Tips Agar Batu Alam Tahan Lumut Dan Jamur

Menyelimuti dinding dengan batu alam memang sedang tren. Tak cuma untuk dinding eksterior, juga interior. Kehadiran batu alam ini membuat suasana terasa natural. Sayangnya, keindahan batu alam itu sering kali tak bisa dinikmati dalam waktu lama terutama yang dipasang untuk menutup dinding eksterior. Hujan dan udara lembab membuat batu alam itu cepat tampak kusam dan berlumut. Jika sudah begitu, bukan lagi keindahan yang terlihat, tapi kesan kumuh yang menyebalkan.

Tips Agar Batu Alam Tahan Lumut Dan Jamur

Anda yang kebetulan berniat mendandani interior maupun eksterior rumah dengan batu alam, tentu tak ingin hal itu terjadi bukan? Jika demikian, simaklah saran dari kami.

kami menyarankan, sebelum ditempel sebaiknya batu alam yang umumnya berwarna hijau dan cokelat itu direndam dan dicuci bersih terlebih dahulu. ”Setelah dipasang, sebaiknya juga diolesi cairan antilumut sampai tiga lapisan.”

Menurut kami, melapisi cairan antilumut merupakan perlakuan wajib yang tak boleh ditinggalkan oleh siapa saja yang hendak mendandani kediamannya dengan batu alam. ”Jenis cairan antilumut ini bermacam-macam, tersedia dari produk lokal maupun impor,” Setelah melapisi dengan cairan antilumut, hal selanjutnya yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah perawatan.

perawatan batu alam tidak terlalu sulit. ”Cukup dilumuri cairan antilumut lagi setiap enam bulan sekali.” Selain itu, jangan lupa pula untuk membersihkan batu alam ini seminggu sekali dengan cara disikat, dicuci, dan disikat kembali. ”Saat menyikat, bisa juga menggunakan pembersih keramik.” Dan untuk mencegah kehadiran lumut yang membandel, bisa juga dilakukan pemernisan ulang dengan pelapis batu alam. Pernis ulang ini bisa dilakukan setiap enam bulan.

Batu alam merupakan pilihan terbaik bagi para pengguna karena selain bentuk nya yang khas dengan warna minimalis, batu alam juga sangat kokoh dan tahan di berbagai macam cuaca. Perubahan cuaca sering kali membuat perubahan berarti bagi batu alam yang kita pasang. Yang sangat mengganggu kita adalah dengan tumbuhnya lumut dan jamur pada permukaan batu alam yang kita pasang. Pada tips kali ini kita akan membahas bagaimana mengantisipasi tumbuhnya lumut dan bagaimana cara mengatasinya jika hal ini sudah terjadi.

Lumut merupakan tanaman vegetasi kecil yang tidak memiliki struktur sederhana berbeda dengan tumbuhan lainnya. Lumut tidak berpembuluh sehingga banyak disebut sebagai tanaman pioner atau tanaman perintis yaitu tanaman yang merupakan pembuka jalan bagi tumbuhnya tanaman lain. Lumut yang telah mati akan diurai oleh mikro organisme sehingga dapat memberi ruang yang subur bagi tanaman lain untuk tumbuh.

Lumut pada batu alam umumnya tumbuh dari celah antar pasangan batu alam. Sehingga dapat kita analisa tumbuh nya lumut pada batu alam diakibatkan oleh 2 (dua) faktor yaitu:

Pertama, faktor jenis batunya. Pada faktor atau penyebab pertama ini tumbuhnya lumut atau jamur karakteristik batu alam sangat menentukan. Semakin lunak batu alam yang digunakan maka semakin mudah pula terkena lumut karena batu yang lunak umumnya dapat menyimpan kadar air dalam waktu yang lama. Air adalah faktor utama tumbuhnya lumut. Sehingga antisipasi pertama adalah pilih batu alam dengan tingkat kekerasan tinggi seperti batu andesit, batu marmer, batu templek serta hindari penggunaan batu limestone seperti batu paras untuk penggunaan luar ruangan.

Kedua, faktor pasangan antar batu. Semakin buruk kualitas adukan semen sebagai perekat antara batu alam yang satu dengan yang lain maka semakin mudah ditumbuhi lumut. Kualitas adukan dapat dilihat dari terlalu besarnya komposisi pasir pada adukan acian sehingga sangat kentara atau dominan unsur pasir nya. Pasir sangat lah mudah menyerap air sehingga lumut dapat mudah tumbuh di sela-sela pasangan. Jadi untuk mengatasi permasalahan kedua adalah dengan menjagakualitas adukan semen. Biasanya jika kita melakukan pemasangan dengan borongan maka kualitas adukan tentu akan diturunkan oleh pemborong shingga lebih hemat bahan dengan demikian pasangan batu alam nya jadi kurang baik.

batu alam andesit

Semoga bermanfaat…

batuandesit.info

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>