Arsip Tag: pola pemasangan batu alam

pemasangan batu alam

Cara Jitu Pemasangan Batu Alam Berbagai Model

Batu alam akan menambah keindahnnya jika pemasangan batu alam tersebut juga benar dan sesuai dengan kriteria. Tidak melihat seberapa besar dan mahal batu alam yang digunakannya. Tetapi bagaimana hasil dari proses pemasangannya.

Sekalipun menggunakan batu alam terbaik dan harus menjulang, tetapi jika dipasang dengan cara yang asal-asalan maka kesan dari batu alam sendiri tidak akan keluar. Untuk itu, jika anda masih amatir dalam batu alam, biasanya penjual menyediakan jasa tukang yang memang ahli dibidanngnya. Jadi tidak perlu mengkhawatirkannya.  Mahal atau tidaknya jenis batu alam juga berdasarkan jenis batu dan pola yang digunakan dalam proses pemasangannya.

Proses pemasangan dari batu alam tidak jauh berbeda dengen pemasangan ketika menggunakan material batu bata. Bedanya, pada pemasangan batu alam tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Perlu keahlian khusus dan ketelatenan dalam memasang batu alam. Yang dikedepankan dalam memasang batu alam adalah nilai estetika dan kerapian, bukan kecepatan atau hal lainnya.

 Tips-tips pemasangan batu alam;
  • Gunakanlah batu alam yang memang memiliki ukuran yang sama
  • Sebelum memutuskan membeli, pastikan bahwa tempat yang anda kunjungi adalah showroom batu alam yang terpercaya. Karena biasanya akan memberikan contoh pada katalognya.
  • Jika anda ragu untuk memilih batu alam dan pola pemasangan yang sesuai. Anda bisa konsultasikan kepada tukang yang akan bekerja membangun desain dengan batu alam tersebut. Jadi pastikan kalau pekerja atau tukangnya adalah tukang yang berpegalaman.
  • Gunakan campuran semen dan pasir dengan perbandingan 1 : 3. Jika memang ada biaya yang lebih anda bisa menggunakan semen khusus.
  • Dalam pemasangannya, biasanya ada batu alam yang rusak atau tidak seragam. Sehingga anda perlu mengambil tindakan antisipasi dengan membeli lebih dari rencana awal.
  • Dalam pemasangan batu alam, anda harus santai dan tenang, tidak perlu terburu-buru.
  • Ketika ingin memasang dibagian eksterior, pastikan cuaca sekitar panas dan terik. sehingga akan menjadi lebih cepat kering.
  • Jangan salah memilih pekerja atau tukang juga, pastikan sudah berpengalaman dan faham tentang batu alam.
  • Untuk pemasangan koral sikat sebaiknya dibuat pola berurutan 1m x 1m terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah pengeringan awal mengingat pemasangan batu koral sikat membutuhkan waktu yang lama.
Berikut disajikan beberapa proses dalam pemasangan batu alam;
  • Pemasangan Biasa

Pemasangan biasa umumnya dilakukan pada bidang yang memiliki model horizontal maupun vertikal. Bidang yang biasa dipakai seperti pada dinding, pagar, pilar, lantai, dan lantai datar lainnya.

Pemasangannya pun sama seperti pemasangan pada keramik.  Berikut beberapa yang harus diperhatikan dalam pemasangan batu alam pada dinding yang vertikal;

a. Alat dan Bahan
  • Batu alam
  • Semen
  • Palu
  • Benang
  • Sendok semen
  • Paku bobok
  • Pasir
  • Air
  • Paku
  • Ember
  • Kawat bendrat
  • Gerinda
b. Langkah-langkah pengerjaan pemasangan batu alam
  1. Siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang dibutuhkan. Untuk bahan utama batu alam, bagus jika dibersihkan terlebih dahulu sebelum diaplikasikan, bisa dengan cara di cuci agar debu yang menempel bisa hilang. Sehingga batu alam juga menjadi lebih lengket dan lebih cepat keras menempel.
  2. Lakukan pembobokan pada dinding atau pada bidang yang sudah diplaster dengan menggunakan paku bobok. Bisa dengan cara di lukai pada dinding yang telah diplester dan di bobok. Atau dengan cara di keprek.
  3. Tarik benang pada bidang yang akan akan dipasang batu alam.  lalu ikatkan pada paku yang menjadi tumpuan pada akhir di bidang tersebut. lalu buat siku-siku hingga bertemu satu denga lainnya.
  4. Agar pemasangan batu alam menjadi maksimal, seragamkan masing-masing ukuran batu alam. Jika memang ukuran berbeda, batu alam bisa dikelompokkan berdasarkan lebar dan panjangnya. Jika memungkinkan juga, sebaiknya ukuran batu alam diseragamkan dengan cara di potong dengan alat gerindra. Tujuannya dari pemotongan ini agar pemasangan batu alam rapi dan teratur.
  5. Untuk adonan yang belum diplester, siapkan adonan semen dan pasor dengan perbandingan 1 : 3. Sedangkan untuk adonan yang sudah diplester gunakan perbandingan 1 : 4 .
  6. Setelah mempersiapkan adonan, lalu aplikasikan batu alam di bidang yang sudah dipersiapkan tadi. Agar daya tempelnya semakin kuat, spesi ditempelkan pada batu alam dan bidangnya dengan perbandingan 50 : 50. Pemasangan di mulai dari bidang bawah dan jalan ke bidang atas. Hal itu terus dilakukan sampai pemasangan selesai dan menghasilkan karya yang luar biasa.
Pemasangan Susun Sirih

Pemasangan susun sirih berbeda dengan pemasangan biasa. Pada pemasangan susun sirih ini harus dilakukan oleh profesional tukang, karena memiliki tingkat kesulitan dan ketelitian yang lumayan.

Berikut beberapa yang harus diperhatikan dalam pengerjaan pemasangan susun sirih;

a. Alat dan Bahan
  • Batu alam
  • Palu
  • Paku
  • Ember
  • Kayu
  • Kawat bendrat
  • Pasir
  • Air
  • Benang
  • Sendok semen
  • Sapu ijuk
  • Semen ( Biasa atau khusus )
b. Langkah-langkah pengerjaan pemasangan batu alam
  1. Langkah yang pertama adalah menyiapkan batu alam yang akan dipasang. Sebelum dipasang hendaknya di cuci dan dibersihkan dulu dengan air agar batu alam bisa menempel lebih kuat.
  2. lakukan pembobokan pada dinding yang sudah di plaster dengan menggunakan paku bobok. Pembobokan ada dua macam yang biasa diakukan, yaitu plesteran di bobok dan dinding dilukai atau di keprek.
  3. Langkah selanjutnya yaitu menarik benang pada bidang yang akan dipasang  batu alam. Lalu ikatkan pada paku yang akan menjadi tumpuan akhir pada bidang tersebut. Buat siku-siku hingga bertemu satu sama lain.
  4. Agar pemasangan susun sirih menjadi maksimal, maka seragamkan ukuran baik panjang maupun lebar batu alam dengan cara digerindra. Selain digerindra batu alam juga bisa dipatahkan menggunakan palu.
  5. Siapkan adonan atau spesi dengan perbandingan 1 ; 3 untuk semen dan pasir untuk bidang yang sudah diplester. Sementara untuk bidang yang belum di plester bisa menggunakan adonan semen dan pasir dengan perbandingan 1 ; 4. Jika ada kelebihan biaya maka bisa menggunakan semen khusus untuk batu alam.
  6. Langkah selanjutnya adalah menyusun batu alam sebanyak 3-5 lapis.
  7. Masukan spesi atau adonan dibelakang dan begitu seterusnya. Pemasangan pun dilakukan dari bawah ke atas.
  8. Untuk membuat pemasangan batu alam menjadi lebih rapih, anda bisa meratakannya menggunakan kayu.
  9. Dengan begitu pemasangan batu alam susun sirih akan terlihat lebih rapi.
Cara melakukan pembobokan pada bidang yang akan dipasang batu alam:

  1. Pembobokan dilakukan hingga batu bata merah di dalamnya kelihatan. Cara ini memang tidak efisien karena akan memakan waktu yang cukup lama. Tetapi dengan cara ini akan membuat daya rekat menjadi lebih kuat. Pembobokan ini dilakukan dengan cara memaku dinding atau bidang menggunakan paku bobok dan palu sampai batu bata bisa terlihat.
  2. Pembobokan dilakukan dengan cara di keprek. Cara ini memerlukan waktu yang relatif sedikit. Tetapi daya rekatnya juga lebih sedikit daripada cara pembobokan. Penggeprekan ini dilakukan dengan memaku secara acak bidang yang akan dipasang batu alam, tetapi dilakukan secara rata dan menyeluruh. Setelah itu, lilitkan kawat bendrat pada bagian atas paku. Gunakan alur yang rata dan menyeluruh. Selanjutnya, dinding yang sudah dipasang kawat dilapisi atau dikamprot dengan adonan atau spesi tipis yang perbandingannya 1 : 3. Baru ketika spesi sudah setengah kering baru bisa dilakukan pemasangan batu alamnya.

Sekian cara jitu pemasangan batu alam, semoga menambah referensi kamu ya 🙂

Website Lain CV. Sinergi Stone :

Jualbatualam.net

batupalimanan.com

hargabatualam.net

PABRIK BATU ALAM CV. SINERGI STONE

  • Pengrajin Dan Distributor Batu Alam Cirebon
  • [Telp/WA : 0812-229-509-65 (simpati) & 0877-4445-4456 (XL)]
  • (BBM : D41249E8)
  • Email : sinergistone65@gmail.c1om
batu alam hitam untuk dinding

6 Variasi Pemasangan Batu Alam Hitam Untuk Dinding – Batu Andesit

Batu alam hitam untuk dinding – Hitam merupakan warna yang melambangkan keanggunan, kemakmuran, kuat, percaya diri, misterius, tegas, dan mewah. Sifat-sifat ini merupakan hal-hal positif yang selayaknya dimiliki oleh manusia dalam hidupnya.

Warna hitam menjadi salah satu warna favorit banyak orang. Bahkan seringkali warna hitam menjadi warna yang paling banyak dipilih ketika membeli suatu benda atau membuat sebuah karya. Karakteristiknya yang netral cocok dipadukan dengan warna apapun.

Sudah bukan rahasia lagi jika warna hitam dapat memberikan nilai estetika yang tinggi pada sebuah bangunan, meskipun jarang orang yang menggunakannya karena lebih memilih menggunakan warna-warna cerah agar memberikan kesan yang terang dan ceria.

Padahal, warna hitam akan menjadi daya tarik yang luar biasa ketika dikombinasikan dengan warna-warna lainnya. Baik warna cerah, warna pastel, atau bahkan warna putih. Hitam akan memberikan ketegasan tanpa perlu terlalu mendominasi secara keseluruhan.

Warna hitam dapat diaplikasikan menggunakan cat dinding pada umumnya. Namun, jika Anda membutuhkan sesuatu yang lebih unik, cobalah untuk mengaplikasikan batu alam hitam untuk dinding. Batu alam akan memberikan kesan yang berbeda dan menarik dibandingkan dengan cat dinding biasa.

Jenis Batu Alam Hitam Untuk Dinding

Terdapat 2 jenis batu alam yang dapat digunakan untuk menghasilkan batu alam hitam untuk dinding sesuai selera Anda, yaitu :

  1. Batu Andesit

Jenis batu alam ini merupakan yang paling populer di antara batu alam lainnya. karakteristiknya yang keras, padat, dan tahan gores membuatnya sangat disukai masyarakat. Sebenarnya warna alami batu andesit bukanlah hitam, melainkan abu-abu. Namun Anda bisa membuatnya menjadi hitam dengan melapisinya menggunakan cairan coating ketika pemasangan telah selesai dilakukan.

  1. Batu Candi

Batu candi memiliki penampilan fisik yang hampir sama seperti batu andesit, hanya saja batu candi memiliki porositas yang cukup besar sehingga akan membuatnya mudah berlumut apabila diaplikasikan pada tempat yang mudah basah. Namun, Anda bisa melapisinya dengan cairan coating untuk membuatnya terbebas dari lumut.

6 Variasi Pemasangan Batu Alam Hitam Untuk Dinding

  1. Dinding Teras

batu alam hitam untuk dinding
Dinding Teras

Dinding teras merupakan satu elemen yang paling penting bagi sebuah rumah atau bangunan. Desain teras yang indah akan memberikan kesan yang baik untuk tampilan rumah secara keseluruhan. Untuk itu, usahakan membuat desain dinding teras yang dapat memberikan kesan baik bagi orang yang melihatnya.

Penggunaan batu alam andesit hitam dengan pola pemasangan koboi bandung dapat menjadi pilihan yang tepat. Seperti pada contoh gambar di atas, batu andesit hitam koboi bandung sangat memberikan kesan gagah sekaligus elegan pada tampilan rumah.

  1. Dinding Ruang Tamu

batu alam hitam untuk dinding
Dinding Ruang Tamu

Jika teras adalah yang pertama dilihat saat berada di luar rumah, maka ruang tamu adalah ruangan yang pertama dilihat saat masuk ke dalam rumah. Desain ruang tamu yang baik harus memberikan kenyamanan bagi para tamu yang berkunjung.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mempercantik ruang tamu, salah satunya adalah dengan cara menggunakan batu alam hitam untuk dinding. Masih sangat jarang yang menggunakan desain seperti ini, namun inilah yang membuatnya unik.

Desain ruang tamu semakin sempurna apabila furniture yang digunakan berwarna senada dengan dinding yang ada. Dengan menerapkan desain seperti ini, tamu yang berkunjung akan betah berlama-lama di rumah Anda dengan kesan yang baik.

  1. Dinding Kamar Mandi

batu alam hitam untuk dinding
Dinding Kamar Mandi

Apakah Anda akan betah berada di dalam kamar mandi jika kamar mandi tersebut terkesan jorok dan kotor? Tentu saja tidak. Oleh karena itu, jangan remehkan desain kamar mandi dan buatlah kamar mandi Anda senyaman dan sekeren mungkin.

Kamar mandi identic dengan kesan jorok dan kotor. Untuk dapat mengubah kesan buruk tersebut, Anda dapat mengaplikasikan batu alam hitam untuk dinding kamar mandi rumah Anda. Warna hitam akan membuat kotoran-kotoran yang menempel pada dinding tersamarkan.

Selain itu, kesan mewah dan elegan akan otomatis muncul pada kamar mandi, sehingga tidak aka nada lagi rasa malas dan tidak nyaman ketika Anda memasukinya. Berkreasilah pada setiap ruangan di rumah Anda, tidak terkecuali kamar mandi.

  1. Dinding Taman

batu alam hitam untuk dinding
Dinding Taman

Penggunaan batu alam untuk taman memang sudah sangat umum dilakukan. Biasanya jenis batu alam yang digunakan adalah batu koral sebagai taburan pada bagian lantai, atau batu andesit yang telah dibentuk sebagai jalan setapak.

Namun cobalah gunakan batu alam hitam untuk dinding taman untuk kesan yang berbeda. Seperti pada contoh gambar di atas, jenis batu yang digunakan merupakan batu andesit dengan pola pemasangan timbul tenggelam pada keseluruhan dinding.

Desain seperti ini cocok diaplikasikan pada bagian taman manapun, baik taman depan rumah, taman samping, maupun taman belakang rumah. Dan masing-masing desain akan menampilkan kesan yang berbeda-beda.

  1. Dinding Kolam

batu alam hitam untuk dinding
Dinding Kolam

Untuk rumah yang memiliki halaman cukup luas, biasanya menambahkan sebuah kolam sebagai penyegar. Adanya kolam dapat memberikan kesejukan bagi rumah dan penghuninya untuk melepaskan rasa lelah dan stress setelah seharian beraktifitas.

Penggunaan batu andesit berwarna hitam sudah biasa diaplikasikan pada dinding kolam. Karena seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa batu andesit berkarakteristik keras, padat, dan tahan gores sehingga tidak akan mudah berlumut jika diaplikasikan pada dinding kolam.

  1. Dinding Pagar

batu alam hitam untuk dinding
Dinding Pagar

Jika rumah Anda membutuhkan sebuah pengamanan lebih, cobalah untuk menggunakan material batu alam. Batu alam merupakan material yang lebih kuat dibandingkan material bangunan lainnya, khususnya batu andesit dan batu candi.

Kedua jenis batu alam tersebut sudah terbukti kekuatannya. Bahkan penggunaan batu candi untuk bangunan sudah dilakukan sejak jaman dahulu, yaitu untuk pembuatan candi-candi yang ada di Indonesia yang masih berdiri hingga saat ini.

Keamanan di rumah Anda akan terjamin ketika menggunakan batu alam pada pagar. Apalagi jika pagar batu alam rumah Anda berwarna hitam. Karena warna hitam memberikan kesan tampilan yang gagah dan kokoh.

Demikianlah beberapa variasi pemasangan batu alam hitam untuk dinding yang dapat kami bagikan pada Anda. Semoga bermanfaat! 😉

===========================================================================

Artikel Terkait :

21 Penerapan Batu Alam Untuk Desain Interior Rumah

Warna Cat Tembok yang Cocok Dipadukan Dengan Batu Andesit

5 Jenis Batu Alam Untuk Pagar Terbaik, Keren & Modern!

15 Model Kolam Ikan Batu Alam Minimalis, Terbaru 2019

Harga Batu Alam Cirebon Termurah, Langsung dari Pabrik – 2019

===========================================================================

PABRIK BATU ALAM CV. SINERGI STONE

  • Pengrajin Dan Distributor Batu Alam Cirebon
  • Telp/WA : 0812-229-509-65 (simpati) & 0877-4445-4456 (XL)
  • Email : sinergistone65@gmail.com

jual batu alam

finishing batu alam

Finishing Batu Alam & Permasalahan Seputar Batu Alam

Finishing Batu Alam – Saat ini ada banyak cara untuk mempercantik penampilan batu alam. Majunya ilmu dan teknologi di bidang mesin pemotong batu melahirkan beragam jenis batu dengan keragaman bentuk finishing. Adanya beragam bentuk finishing turut menambah nilai jual dari batu alam. Selain itu, konsumen pun dimanjakan dengan ragam pilihan yang seringkali membingungkan, sehingga banyak tema dan gaya yang bisa direncanakan sebelumnya.

Macam-macam Finishing Batu Alam

Masing-masing bentuk finishing batu alam dilakukan dengan proses yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan mesin atau mekanik, manual, kimia, hingga dibakar dengan api. Berikut disajikan bentuk-bentuk finishing batu alam yang dapat menambah cantik penampilan rumah.

  1. Acid

Sesuai dengan namanya, bentuk finishing batu alam ini menggunakan asam dalam proses pembuatannya. Fungsi asam adalah untuk membuat macam-macam tekstur. Berbagai macam tekstur dapat dibuat berdasarkan komposisi asam yang digunakan. Bentuk finishing batu alam ini biasanya digunakan untuk batu marmer. Dengan finishing acid, batu terlihat mengkilap walaupun bertekstur kasar. Dinding, lantai, dan teras merupakan elemen bangunan yang banyak menggunakan bentuk finishing acid.

  1. Bushhammer

Finishing bushhammer dibuat untuk memunculkan kesan alami atau natural. Pembuatannya bisa dilakukan dengan manual atau mesin. Pembuatan secara manual menggunakan palu bergerigi, sehingga permukaan batu tidak rata. Hampir semua jenis batu alam dapat di-finishing bushhammer. Kesan kokoh pun tergambar dari elemen bangunan yang menggunakan finishing bushhammer. Dinding, pilar, pagar, carport, dan garasi merupakan elemen bangunan yang cocok menggunakan batu dengan finishing bushhammer.

  1. Graveer (Alur Mesin)

Batu alam yang di-finishing graveer ada banyak ragamnya. Bentuk ini dibuat menggunakan mesin dan secara manual. Pembuatan yang dilakukan oleh mesin antara lain graveer alur lurus (stonker), alur acak, kubus, segitiga, dan European style. Sementara Japanese style dibuat manual dengan garpu. Untuk graveer alur lurus (stonker), alur acak, kubus, dan segitiga hanya dapat diaplikasikan pada batuan solid atau beku, seperti andesit, candi, pacitroso, dan lain-lain. Sementara graveer European style dan Japanese style lebih cocok diaplikasikan pada batuan sedimen seperti paras jogja.

Rumah-rumah dengan gaya minimalis banyak yang menggunakan bentuk finishing graveer. Dinding, pilar, pagar, hingga kolam (wall pond) banyak memanfaatkan batu alam dengan finishing graveer.

finishing batu alam
finishing batu alam – 1
  1. Poles (Polished)

Batu alam dengan finishing poles menghasilkan kesan halus dan licin. Cara ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dilengkapi diamond pad. Batuan beku dan solid saja yang bisa di-finishing poles. Batu alam yang dipoles banyak diaplikasikan untuk elemen eksterior dan interior bangunan. Batu alam yang dapat dipoles antara lain batu andesit, curi, pacitroso, sukabumi, baligreen, dan lain-lain.

  1. Semipoles (Honed)

Finishing batu alam semipoles hampir sama dengan finishing poles. Bedanya, finishing batu alam semipoles terkesan doff atau blur. Cara pengerjaannya pun sama, tetapi menggunakan mesin yang diamond pad-nya lebih sedikit daripada mesin yang digunakan pada finishing poles. Finishing batu alam ini cocok diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, dan lain-lain.

  1. Sun Blasted

Pembuatan finishing sun blasted dengan cara menyemprotkan pasir kuarsa pada batu alam dengan tekanan tinggi. Hasilnya  mirip dengan finishing semipoles, tetapi lebih kasar. Hampir semua jenis batu dapat di-finishing sun blasted. Finishing batu alam ini cocok diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, dan lain-lain.

finishing batu alam
finishing batu alam – 2
  1. Rata Bakar (Flamed)

Rata bakar menyebabkan kulit batu kasar, tetapi terlihat lebih natural. Finishing batu alam ini dilakukan dengan cara membakar batu alam menggunakan gas elpiji dan oksigen. Batuan yang bisa dibakar antara lain batu andesit, granit, pacitroso, dan diorite. Finishing batu alam ini cocok untuk diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, carport, dan lain-lain.

  1. Rata Alam (RTA)

Finishing rata alam dilakukan secara manual dengan dikeprek. Alat yang digunakan adalah palu dan paku bobok. Tujuannya sama dengan rata bakar, yaitu untuk memunculkan kesan natural. Bedanya, rata alam bentuknya lebih “ekstrim” atau permukaannya sangat tidak beraturan. Hampir semua jenis batu dapat di-finishing dengan rata alam. Finishing rata alam biasanya diaplikasikan pada elemen eksterior bangunan seperti dinding, pilar, dan pagar.

  1. Rata Mesin (RTM)

Sudah tentu finishing rata mesin menggunakan mesin dalam pengolahannya. Ciri khas dari finishing ini adalah alami, halus, tetapi tidak mengkilap. Hampir semua jenis batu alam dapat di-finishing dengan rata mesin. Elemen interior dan eksterior sangat cocok menggunakan batu alam yang di-finishing rata mesin.

Tambahan Aksesoris

“Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas”. Ungkapan tersebut memang ada benarnya. Itu terbukti dari banyaknya penemuan batu alam dan pola pemasangan, seiring majungnya teknologi di bidang mesin, dan industri. Tidak dapat dipungkiri lagi, puluhan atau ratusan tahun mendatang manusia akan menemukan ragam batu alam, mozaik atau alur, serta aksesoris yang mampu mempercantik tampilan batu alam. Saat ini ada beberapa aksesoris yang biasa digunakan untuk menambah elegan dan cantik penampilan batu alam, yaitu batu di-coating dan ditambahkan ornament atau relief.

  1. Coating
finishing batu alam
finishing batu alam – coating

Coating berasal dari bahasa Inggris yang berarti “melapisi”. Bahannya bernama coat yang artinya “lapis” atau “pelapis”. Namun, masyarakat umumnya lebih mengenal kata coating atau coat dari pada “lapis” atau “melapisi”. Coating berbentuk cair dan tidak berbau, sehingga warna asli batu tetap terlihat jelas. Ada dua jenis coating, yaitu yang mengkilap (glossy) dan yang tidak mengkilap (doff).

Coating digunakan untuk berbagai tujuan, antara lain sebagai aksesoris dan pelindung batu dari cuaca ekstrim, sehingga dapat lebih tahan lama. Coating sebagai aksesoris lebih bertujuan agar penampilan batu alam terlihat lebih cantik. Apalagi saart terkena sinar matahari. Selain itu, dengan di-coating maka tekstur dan pola yang terdapat pada kulit atau permukaan batu alam akan terlihat lebih jelas.

Sebenarnya, coating lebih ditujukan pada batu alam yang dipasang pada bagian eksterior bangunan. Bayangkan saja, setiap hari batu alam terkena panas matahari atau siraman air hujan. Belum lagi serangan dari debu, lumut, dan jamur. Namun, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa batu alam sebenarnya tidak perlu di-coating. Alasannya, agar penampilan batu alam lebih terkesan alami dan natural.

Baca juga : Jenis Coating Batu Alam Yang Tepat Sesuai Jenis Batu Alam

  1. Ornamen
finishing batu alam
finishing batu alam – ornamen

Pemberian ornament biasanya dilakukan pada bidang-bidang yang luas dan vertikal, misalnya dinding luar dan pagar. Tujuannya agar penampilan batu alam secara keseluruhan tidak membosankan. Saat ini terdapat bermacam-macam ornament atau relief yang bisa digunakan sebagai penghias atau aksesoris tambahan. Mulia dari relief flora, fauna, batik, abstrak, bintang, dan lain-lain. Pemilihan ornament tidak ada standar baku karena tergantung dari selera masing-masing. Ornament yang ada saat ini terbuat dari batu alam paras jogja. Teksturnya yang putih dan mudah dipahat membuat batu asal Yogyakarta ini sangat cocok dijadikan relief.

Perawatan

Batu alam yang digunakan sebagai elemen terluar bangunan rentan terhadap kondisi cuaca, tidak terkecuali elemen interior. Agar penampilannya selalu terlihat cantik maka perlu perawatan secara berkala dan rutin. Untuk batu alam yang dipasang pada elemen eksterior, lakukan perawatan berkala dengan meng-coating tiap enam bulan sekali, sedangkan untuk elemen eksterior cukup satu tahun sekali. Untuk batu alam yang tidak di-coating, cukup dibersihkan dengan cara disikat menggunakan detergen.

finishing batu alam
finishing batu alam – perawatan

Untuk batu alam pada elemen interior, cukup dibersihkan dengan vacuum cleaner hingga debu-debu yang menyebabkan batu kusam dan lumut hilang. Cara ini juga berlaku untuk batu alam pada elemen eksterior.

Baca juga : Perawatan Batu Alam

Permasalahan di Seputar Batu Alam

Memang, batu alam adalah benda dengan fisik yang kuat dan memiliki daya tahan relatif lebih lama. Namun, sering kali ditemui beberapa permasalahan pada batu alam, entah karena faktor manusia atau faktor lingkungan. Berikut disajikan permasalahan yang biasa terjadi pada batu alam.

  1. Batu Berlumut

Batu berlumut umumnya terjadi pada batu yang dipasang sebagai elemen eksterior seperti pagar. Terlalu sering terpapar hujan dan seringnya debu menempel membuat batu alam mudah berlumut. Untuk menghilangkan lumut, sikat batu dengan menggunakan sikat kawat dan air deterjen secara berkala. Agar lebih aman lagi, coating batu alam seperti yang telah diterangkan sebelumnya.

  1. Batu Bernoda Hitam atau Kusam

Noda hitam pada batu alam sering terjadi pada batu alam yang mempunyai tekstur halus seperti batu palimanan, paras jogja, dan batu nonsolid lainnya. Untuk mengatasinya ada dua cara, yaitu pertama batu dibersihkan dengan menggunakan amplas dan kedua menggunakan gerinda. Cara tersebut akan menyebabkan kualitas batu alam berkurang karena mengalami perubahan bentuk.

  1. Batu Berembun

Batu berembun bukan berarti disebabkan oleh air, tetapi akibat proses coating yang tidak sesuai dengan prosedur. Pada batu yang berembun akan terlihat ruangan kosong berwarna putih atau abu-abu. Hal ini disebabkan pada saat di-coating batu alam belum benar-benar 100% kering, sehingga saat pemberian coating tercampur dengan air. Setelah kering, air itu akan tertutup oleh cairan coating yang mengendap seperti embun. Untuk mengatasi hal tersebut, kerok atau amplas bagian yang berembun, kemudian coating ulang.

  1. Keluar Leleran

Sering dijumpai pada susunan batu alam keluar leleran yang mirip dengan air terjun, tetapi sudah mengering. Adanya “air terjun” tersebut malah membuat penampilan batu alam terlihat semrawut. Apalagi jika dilihat dari kejauhan. Leleran tersebut merupakan air yang keluar dari nat (celah di antara batu alam) yang membawa kotoran, sehingga terlihat jorok. Untuk mencegahnya bisa menggunakan semen khusus yang cepat mengering. Memang harganya relatif kebih mahal, namun jika masalah tersebut selalu muncul, Anda cukuo menyiram dan menyikatnya hingga bersih.

  1. Lapisan Coating Mengelupas

Lapisan coating yang mengelupas bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu lapisan coating terlalu tebal sehingga batu belum bersih dari debu atau kristal-kristal hasil pemotongan batu pada saat di-coating. Untuk mengatasinya, kerok lapisan yang terkelupas dengan kape atau amplas, kemudian lakukan coating ulang.

  1. Batu Lepas

Batu yang terlepas membuat penampilan batu alam secara keseluruhan menjadi kurang enak dipandang. Pemasangan yang kurang baik serta adonan atau acian yang kurang memenuhi standar merupakan penyebab utama batu lepas. Untuk mengatasinya, pasang kembali batu yang lepas atau ganti dengan batu yang sejenis. Pemasangannya menggunakan acian khusus yang daya rekatnya lebih tinggi.

Model Dinding Rumah Modern Aplikasi Batu Alam

Model Dinding Rumah Modern Aplikasi Batu Alam – Model Dinding Rumah dengan aplikasi batu alam merupakan suatu tren yang saat ini sangat di gemari para arsitektur. Hal ini di buktikan dengan banyaknya bermunculan bangunan-bangunan baru yang menggunakan aplikasi batu alam. Tidak hanya di Indonesia, hal yang sama terjadi juga di Eropa dan banyak sekarang desain-desain bangunan di Indonesia yang meniru dengan desain-desain arsitektur dari Benua Biru tersebut.

Tren ini tercipta juga karena semakin mudahnya batu alam di temukan di seluruh penjuru dunia, jadi bukan sesuatu yang sulit untuk mewujudkan rumah idaman dengan aplikasi batu alam yang dapat kita modifikasi sendiri karena corak batu alam dinding masing-masing wilayah di dunia berbeda-beda. Suatu hal yang mudah di wujudkan jika kita melihat banyaknya desain-desain rumah batu alam yang mudah di temukan di internet, karena saat ini banyak website-website yang mengunggah rumah batu alam dari masing-masing negara dan budaya dari seluruh dunia. Lanjutkan membaca Model Dinding Rumah Modern Aplikasi Batu Alam