Arsip Tag: manfaat batu alam

Manfaat batu alam

Manfaat dan Kegunaan. Batu Alam Untuk Bangunan!

Pada jaman yang semakin berkembang ini, batu alam menjadi salah satu bahan bangunan yang paling favorit oleh berbagai kalangan. Biasanya batu alam digunakan sebagai bahan untuk finishing pada sebuah bangunan karena akan memberikan kesan dekoratif yang indah dan alami. Jenis dan manfaat batu alam pun bermacam-macam. Daya guna, kekuatan, dan proses pemasangan juga berbeda-beda.

Beberapa batu alam cocok untuk digunakan di bagian outdoor suatu bangunan, beberapa juga hanya khusus untuk indoor.  Manfaat batu alam sendiri banyak, selain untuk mempercantik ruangan, batu alam juga di pakai bisa untuk refleski pada bidang kesehatan.

Membuat desain rumah dengan menggunakan dinding batu alam dapat membuat rumah menjadi lebih sejuk dan tentunya lebih terkesan alami. Hal ini sangat cocok bagi kita yang ingin membuat hunian dengan konsep alam yang menenangkan.

Setiap batu memiliki spesifikasi dan kegunaan yang berbeda-beda. Jika ingin memasang batu alam diluar rumah maka bisa dipasang pada dinding atau tembok rumah, dinding taman, carport, pagar, dan pilar di teras rumah. Begitu pula jika ingin memasang batu alam di dalam rumah, akan menghasilkan kesan yang berbeda ketika menggunakan cat pada rumah bagian dalam. Karena ornamen batu alam pada dinding memiliki keanggunan keanggunan tersendiri di dalam rumah.

Untuk motif batu alam yang akan di pakai, nanti menyesuaikan dengan selera dan tema yang akan di angkat dalam konsep tersebut.

Kelebihan Batu Alam Sebagai Bahan Bangunan; 

  • Terkesan natural, elegan, dan mewah
  • Tidak cepat rusak atau tahan lama
  • Mudah dalam perawatan
  • Jika ada yang rusak, lantai batu alam tidak akan terlihat jelek
  • Ukurannya fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan
  • menjadikan rumah menjadi lebih mewah dan elegan
  • Harga jual rumah akan jauh lebih mahal

Penggunaan batu alam untuk setiap ruang dalam bangunan harus di bedakan, karena harus di sesuaikan dengan estetikanya. Kelayakan dan keselamatan patut diperhitungkan dalam pemasangaan batu alam.

MANFAAT MENGGUNAKAN BATU ALAM

Sudah sejak lama batu alam digunakan sebagai aksesori atau bahan dasar dalam mempercantik tampilan dinding atau tembok rumah. Batu alam sendiri digunakan karena dikenal memiliki banyak kelebihan. Salah satu manfaat batu alam akan membuat suasana ruangan menjadi lebih teduh dan menenangkan.

Jenis batu alam ini bisa diaplikasikan kesemua jenis model rumah, baik itu rumah dengan tipe modern, minimalis, tradisional, dan minimalis sekalipun. Sifat dinding batu yang terkesan natural ini mampu memberikan suasana yang tenang, akrab, dan hangat di dalam ruangan.

Batu alam memiliki karakter warna dan motif yang sangat beragam, sehingga kita bisa memilih warna yang sesuai dengan selera dan konsep yang sudah di rencanakan sejak awal. Dengan pemilihan warna yang sesuai akan semakin memunculkan karakter suatu ruangan. KIta bisa membedakan semua jenis batu alam mana yang akan dipasang baik di ruangan tamu maupun ruangan lain.

Batu alam salah satu jenis  batuan yang mudah di cari, untuk sekarang ini hampir semua toko bangunan dan material sudah menyediakan berbagai jenis batu alam tersebut. Batu alam adalah material yang mudah di bentuk. Menurut para ahli batu alam, jenis batu alam dibagi menjadi 2, yaitu batu alam tua yang bersifat keras dan susah di bentuk. Batu alam muda yang bersifat lunak dan sangat mudah dibentuk menjadi berbagai hiasan atau bahan dasar aksesoris dinding atau tembok.

Macam-Macam Jenis Batu Alam

beberapa jenis batu alam yang sudah menjadi primadona diantaranya;

  1. Batu Andesit
  2. Batu Palimanan
  3. Batu Candi
  4. Batu Templek
  5. Batu Koral
  6. Batu Marmer

Batu alam merupakan salah satu kekayaan alam yang bisa diambil manfaatnya diantara kekayaan alam yang lain. Hal yang sering dimanfaatkan dari batu alam adalah dari segi bentuk dan motifnya yang nantinya akan di gunakan untuk ornamen atau hiasan pada sebuah ruang bangun.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kekayaan batu alam yang sangat beraneka ragam dann jenis untuk memenuhi kebutuhan maanusia akan sebuah ornamen yang dapat membuat sebuah rumah menjadi lebi terlihat cantik, mewah, dan alami.

Keadaan batu baik yang sudah di poles maupun yang masih asli adalah sama saja. Tetap bisa dijadikan sebagai penambah kesan estetika yang menarik untuk berbagai desain eksterior maupun interior sebuah bangunan. Seiring meningkatnya kreasi dan daya cipta para perajin batu alam. Maka semakin bervariasi juga hasil akhir dari bentuk batu alam dan menambah kesan dari sebuah ornamen rumah tersebut.

Tetapi  ada beberapa jenis batu alam yang tidak cocok di outdoor. Beberapa karena ada batu alam yang tidak bisa tahan terhadap paparan sinar matahari dan extrimenya cuaca, terutama batu alam yang memilliki porositas besar atau berpori-pori besar. Untuk jenis batu berporositas besar, jika tetap ingin di gunakan sebagai desain pada outdoor maka harus di tambah cat pelapis atau coating. Disamping untuk melindungi batu alam karena porositas yang tinggi, coating batu alam juga berguna untuk memperindah tampilan batu alam.

Sekian beberapa hal terkait dengan manfaat batu alam. Semoga menambah referensi kamu ya 🙂

Website Lain CV. Sinergi Stone :

PABRIK BATU ALAM CV. SINERGI STONE

  • Pengrajin Dan Distributor Batu Alam Cirebon
  • [Telp/WA : 0812-229-509-65 (simpati) & 0877-4445-4456 (XL)]
  • (BBM : D41249E8)
  • Email : sinergistone65@gmail.com
seputar batu alam

Seputar Batu Alam, Benda Keras yang Bermanfaat

Seputar Batu Alam – Seiring berkembangnya jaman dan teknologi, penghuni rumah semakin kreatif dalam mendesain bangunan. Semakin banyak kebutuhan yang berhubungan dengan desain rumah maka beragam material pun bermunculan, salah satunya adalah material batu alam. Meskipun bukan barang baru, tampaknya batu alam selalu memiliki daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat sebagai pemanis desain eksterior maupun interior bangunan.

Munculnya teknologi pemotongan batu alam juga menciptakan berbagai macam bentuk, corak finishing, dan pola pemasangan. Akibatnya, aplikasi batu alam menjadi lebih fleksibel mengikuti tema dan gaya bangunan rumah.

Rumah akan tampak lebih menarik apabila didesain dengan unik dan berbeda, baik dari luar maupun dari dalam. Pilihan yang tepat untuk mengatasi hal ini adalah dengan menambahkan material sebagai bahan bangunan. Pengaplikasian batu alam pada bangunan tidak hanya membuat rumah tampak unik, tetapi juga akan memberikan kesan alami dan teduh.

Meski sebagian besar masyarakat sudah mengetahui batu alam, tetapi sebagian lagi belum mengenal seluk-beluk batu alam sebagai material bangunan. Buktinya, ada beberapa bangunan yang salah menempatkan batu alam, yang mestinya digunakan untuk interior, justru diaplikasikan pada bagian eksterior bangunan. Oleh karena itu, kami akan memberikan sedikit pengetahuan seputar batu alam yang bisa Anda pelajari.

Seputar Batu Alam, Benda Keras yang Bermanfaat

Batu alam merupakan batu yang secara alami terdapat di alam (bukan buatan tangan manusia) yang kemudian diambil dan diolah untuk berbagai macam keperluan, salah satunya sebagai bahan bangunan. Sejak jaman purba, batu alam telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Jenisnya yang beragam membuat manusia berusaha mengolahnya menjadi bermacam-macam bentuk dan fungsi, misalnya perkakas rumah tangga dan patung.

seputar batu alam
seputar batu alam – proses penambangan

Seiring berkembangnya teknologi di bidang arsitektur, batu alam memiliki posisi yang vital karena kehadirannya memberikan pengaruh terhadap gaya di dunia arsitektur. Bagi sebagian orang, batu alam memiliki sejuta pesona dan keindahan yang tak ternilai. Hal ini menyebabkan batu alam banyak dimanfaatkan untuk memperindah tampilan rumah, baik eksterior maupun interior.

Batu alam memancarkan kesan yang alami, sehingga diburu oleh banyak orang. Mengapa demikian? Karena batu alam memiliki warma, tekstur, dan ukuran yang beragam. Selain itu, batu alam memberi nuansa berbeda baik secara psikologis maupun visual kepada pemiliknya.

Pemberian Alam untuk Manusia

Ketika mendengar nama batu alam, yang terbayangkan tentang “batu” tidak lebih hanya sebuah benda mati yang berat dan murah harganya. Akan tetapi, benda mati ini seolah-olah hidup di sekeliling manusia. Batu alam termasuk barang tambang yang berasal dari alam untuk manusia. Tak heran jika batu alam saat ini memberi banyak manfaat bagi manusia. Terutama kepada pekerja tambang, distributor, dan tukang bangunan. Jika dulu batu alam dimanfaatkan sebagai perkakas, sekarang batu alam justru banyak digunakan sebagai elemen bangunan, baik rumah, tempat ibadah, gedung, hotel, hingga tempat wisata. Otomatis, keberadaan batu alam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kegiatan pernambangan batu alam membantu perekonomian warga sekitarnya. Di samping itu, batu alam yang dijual di showroom pun membuka lapangan kerja baru. Keberadaan batu alam membantu perekonomian negara karena batu alam Indonesia pun sudah diekspor ke berbagai negara.

Sudah sepantasnya manusia bersyukur karena batu alam melimpah di Indonesia. Pulau Jawa termasuk salah satu yang mempunyai kandungan batu alam yang beragam, baik batu pegunungan maupun batu kali. Misalnya, batu andesit, paras, candi, palimanan, dan pacitoroso merupakan batu alam asli Pulau Jawa.

Dimanfaatkan Sejak Dahulu

Jika flashback ke jaman dahulu (jaman batu) kira-kira 600.000 tahun lalu, terbukti saat itu orang-orang lebih “jeli” ketimbang orang modern sekarang. Mereka sudah menyadari jika batu alam memiliki sejuta manfaat. Dari bukti sejarah tercatat batu merupakan benda alam yang manfaatnya sangat penting, sehingga tidak heran sebelum sampai pada jaman sekarang ini, dahulu pada kehidupan pada jaman batu. Pada jaman tersebut, elemen eksterior dan interior rumah berasal dari batu alam. Selain itu, alat berburu dan patung yang biasa mereka sembah pun terbuat dari batu.

seputar batu alam
seputar batu alam – piramid

Di pusat peradaban manusia pertama di Mesir, batu punya peran vital saat itu. Dengan kondisi iklim yang panas dan dikeliling gurun pasir, sehingga semua bangunan dan rumah-rumah harus berbahan batu. Mengapa? Karena batu tidak menyerap panas dan menyejukkan udara di dalamnya. Itu terbukti dari bangunan megah yang di tengah hamparan padang pasir, misalnya Piramid, Spinx, dan tempat pemujaan Suku Maya di Amerika Selatan, itu semua terbuat dari batu. Tak hanya sebagai bahan bangunan, batu alam juga untuk perhiasan dan benda berharga, seperti batu mulia.

Perjalanan Batu Alam di Indonesia

Di Indonesia, batu alam sudah dimanfaatkan sejak jaman nenek moyang. Arca atau patung, candi, dan benda bersejarah lainnya terbuat dari batu. Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, Sewu, Plaosan dan candi lainnya bahan bakunya adalah batu alam. Bernama batu candi sebab jenis batu alam yang digunakan pada setiap candi sama. Batu candi masih tetap eksim hingga saat ini.

Sebelumnya jaman kemerdekaan, tepatnya pada jaman colonial, batu belah dari jenis batu andesit sudah banyak diaplikasikan dalam pembuatan dinding, jembatan, dan saluran irigasi. Batu-batu tersebut disuplai masyarakat setempat dari tepian sungai. Selain itu, pada tahun 1930 marmer Tulungangung banyak dimanfaatkan untuk bangunan milik bangsawan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka (tahun 1950), pertama kalinya batu alam muncul dalam bentuk lempengan (templek salagedang) berdiameter 20-30 cm. Setelah batu templek, muncul lagi batu alam dalam bentuk “pelas”, yaitu batu alam yang dipahat dengan manual atau tangan manusia. Ukuran batu tersebut yaitu 10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, dan 5 cm x 20 cm. Ukuran-ukuran itu digunakan untuk pasangan susun sirih (dengan nat lebar). Setelah batu templek salagedang, batu palimanan pertama kali muncul dalam bentuk lempengan. Keduanya banyak diaplikasikan pada gedung-gedung pemerintahan, rumah pejabat, dan kaum elit saat itu.

Awal tahun 60-an batu-batu dari Yogyakarta, seperti batu paras dan palimanan jogja mulai banyak diminati masyarakat. Dikarenakan belum tersedianya alat potong yang memadai, batu-batu itu berwujud lempengan. Pada tahun yang sama, batu hijau sukabumi mulai digunakan di gedung Sarinah, Thamrin, dan pedestrial seputar Monas. Baru setelah memasuki pertengahan tahun 70-an bongkahan batu dipotong menggunakan gergaji.

seputar batu alam
seputar batu alam – candi borobudur

Tahun 80-an merupakan tahun revolusi bagi dunia “perbatuan” Indonesia. Itu berawal dari proyek pemugaran Candi Borobudur yang didanai Pemerintah Jepang dan dikerjakan oleh putra-putra Indonesia kemudian bermulalah proses pemotongan batu candi dan berbagai jenis batu lainnya. Itu tidak terlepas dari harapan dan perjuangan bapak Ir. Eddy Hartono, pelaksana pemugaran Candi Borobudur, untuk memajukan bangsa ini dengan menyalurkan pengetahuan, kemampuanm dan pengalaman. Dorongan itu semakin kuat karena hanya pabrik besar saja yang memiliki mesin pemotong batu. Itu pun import dengan harga yang sangat tinggi. Akhirnya Eddy menciptakan mesin potong batu. Perkakas itu sederhana, murah, dan kuat. Masyarakat tak perlu lagi import.

Geliat yang sama terjadi juga di daerah Majalengka, Cirebon, Jawa Barat sebagai penghasil batu templek dan batu palimanan. Tak ketinggalan di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur sebagai penghasil marmer terbesar di Indonesia. Jenisnya, marmer krem dan marmer merah oranye, bawean, dan onyx.

Pertengah tahun 90-an batu andesit mulai digemari setelah terpasang di sekitar Taman Medan Merdeka Monas, Museum Gajah, dan Bank Indonesia Bidakara Jakarta. Saking tersohornya, Singapura tergelitik untuk mengekspor batu andesit.

Setelah naik daun, harga dan semarak batu alam anjlok tahun 1997-1998. Itu terjadi karena Indonesia mengalami krisis Ekonomi. Lumpuhnya kegiatan ekonomi bukan hanya terjadi pada bisnis batu alam saja, tetapi di semua sector. Namun, itu tidak berlangsung lama karena pada awal 1999 batu alam mulai bangkit kembali dan mengalami kemajuan pesat. Itu ditandai dengan banyaknya permintaan batu alam ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Filiphina, Taiwan, Korea, Australia, Belgia, Belanda, dan Amerika Serikat.

Sekarang batu alam kian digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Seolah-olah setiap bangunan berlomba menghiasi diri dengan batu alam. Mulai dari gedung bahkan sampai pos kamling. Ada batu yang menjadi favorit untuk diaplikasikan pada bangunan, seperti batu andesit. Ada juga yang inovatif dan eksotik seperti mozaik batu alam.

Tak Lekang Dimakan Jaman

Tahukah Anda berapa umur Piramida di Mesir, Candi Borobudur di Indonesia, dan arca-arca yang tersimpan di Museum Gajah Jakarta? Benda-benda tersebut umurnya sudah ratusan tahun, bahkan ada yang ribuan tahun. Selama itu batu-batu tersebut terpapar terik matahari, hujan, dan cuaca yang tak stabil, tetapi hingga saat ini masih kokoh. Daya tahan luar biasa itu yang menyebabkan orang-orang menyukai batu alam.

seputar batu alam
seputar batu alam – museum gajah Jakarta

Batu alam ada beberapa jenis, berdasarkan warna dan ketahanannya. Di antaranya ada batu andesit, batu candi, paras, pacitoroso, dan lain-lain. Dibandingkan batu-batu jenis lainnya, batu andesit yang paling kuat dan tahan terhadap lumut, sehingga bisa diaplikasikan di dalam ataupun di luar ruang. Pemakaian batu andesit pun lebih fleksibel, bisa untuk lainnya maupun dinding. Berdasarkan cara pembelahannya, batu andesit rata mesin, artinya batu itu dipotong menggunakan mesin dan andesit rata bakar yang permukaannya dibuat natural dengan cara dibakar. Permukaan batu andesit rata mesin lebih halus ketimbang rata bakar.

Batu candi, dilihat dari teksturnya, sepintas mirip batu andesit, tetapi warnanya  lebih terang dan berpori-pori kasar. Pori kasar itu yang mengakibatkan batu mudah menyerap air. Air yang terserap dapat melembabkan batu, sehingga batu mudah berlumut dan rapuh.

Sementara itu, batu paras jogja berasal dari Yogyakarta. Batu ini berwarna putih tulang dengan permukaan rata. Batu paras jogja tidak sekuat batu andesit, sehingga tidak bisa untuk pijatan atau lantai. Batu jenis itu hanya cocok untuk menghiasi dinding taman.

Mempercantik Tampilan Bangunan

Nusantara kaya jenis bebatuan alam yang memiliki keindahan dan kecantikan yang khas. Pesonanya yang memikat membuat batu alam kini banyak dimanfaatkan untuk hiasan eksterior dan interior bangunan agar terlihat lebih indah dan cantik. Keistimewaan batu alam membuatnya banyak diburu oleh orang-orang yang mencari suasana alamiah. Batu alam, baik yang masih murni maupun yang telah diproses, mampu disulap menjadi pemanis ruangan di luar, di dalam, maupun di teras rumah. Dengan batuan ini bangunan terkesan alami, nyaman, tenang, kokoh, serta menambah nilai artistic bangunan tersebut.

seputar batu alam
seputar batu alam – interior batu alam

Pemakaian batu alam untuk memperindah ruangan umumnya hanya dilakukan oleh kalangan elit saja. Itu wajar karena harga batu alam relatif mahal, belum lagi penambahan upah pemasangan dan perawatannya. Biasanya mereka memasang batu alam untuk mempercantik bangunan. Namun, tujuan utama pemakaian batu alam tak lain untuk menunjukkan kekontrasan, irama, atau tampilan bangunan agar lebih bervariasi. Pemakaian batu alam juga sebagai penyeimbang komposisi bangunan.

Aplikasi pada Eksterior dan Interior

Batu-batuan dari alam selama ini hanya berfungsi sebagai ornament di luar ruangan. Namun, seiring dengan keinginan penghuni untuk semakin dekat dengan alam, batuan pun dimanfaatkan sebagai pemanis interior rumah. Terlebih di Indonesia, tak sulit diperoleh bermacam batuan nan indah dengan susunan mineral dan beragam warna.

seputar batu alam
seputar batu alam – eksterior batu alam

Pemanfaatan batu alam untuk eksterior atau interior rumah bertujuan menciptakan suasana sejuk dan menyatu dengan alam. Batu alam biasanya lebih dominan di bagian eksterior, seperti lantai, dinding luar, pilar, pagar, teras, kolam hias, dan taman. Untuk mempercantik interior bangunan, bisa diaplikasikan di dinding ruang tamu, sehingga terlihat lebih kontras. Selain itu, kamar mandi pun sangat sesuai jika menggunakan batu alam sebagai elemen penyusunnya. Itu akan menambah kesan yang lebih alami.

Dalam penggunaannya, batu alam bisa ditempel di dinding untuk menampilkan kesan teduh dan natural, untuk lantai pun pertimbangannya agar menyatu dengan alam, atau ditempel di dinding luar ruang yang biasanya mempercantik taman, termasuk air mancur. Sementara cara penyusunannya bisa secara alur, susun bata, koboi bandung, atau susun sirih, tergantung selera.

Itulah penjelasan singkat seputar batu alam yang mungkin bisa menambah pengetahuan Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga :

Ragam Batu Alam Berdasarkan Proses Pembentukannya

4 Tips Memilih Batu Alam yang Wajib Anda Ketahui!