Arsip Tag: batu paras jogja

10 Batu Alam Terbaik Untuk Rumah Anda.

Batu alam memiliki banyak macam motif, warna, dan karakteristik. Dengan banyak perbedaan itu maka akan selalu ada plus dan minusnya. Karena tidak semua batu alam cocok digunakan dalam semua bidang. Batu alam terbaik itu dikelompokkan menjadi beberapa kriteria seperti tahun atau awal pemanfaatan, sifat batu, eksistensi, dan aplikasinya

Berikut disajikan batu alam favorit yang dirangkai dala top 10 batu alam;
  1.  Batu Andesit
Batu alam terbaik
batu andesit

Batu alam terbaik yang pertama adalah batu andesit. Sejak zaman dahulu, batu andesit sudah memiliki kepopulerannya sendiri sebagai bahan bangunan. Karena memiliki sifat yang kuat, padat, keras, dan tahan terhadap cuaca. Biasanya batu andesit ini digunakan untuk menjadi eleman pada dinding, pagar, jembatan, dan saluran irigasi.

Dulu bongkahan batu andesit diambil dari pinggiran sungai dan diolah secara manual oleh warga sekitar. Tapi sekarang sudah lebih  Batu andesit memiliki sifat yang padat dan tahan terhadap cuaca dan lumut. Sehingga menjadi primadona pilihan masyarakat untuk mempercantik ruangannya. Khususnya untuk yang bergaya minimalis.

2. Batu Palimanan
Harga batu alam palimanan
batu palimanan

Batu palimanan termasuk batu alam yang sudah dikenal masyarakat umum sejak tahun 50-an. Batu palimanan  ini lebih terkenal dengan warnanya yang krem dan bercorak batik cokelat. Kelebihan lain dari batu palimanan ini adalah mampu beradaptasi dengan elemen interior dan eksterior lainnya. Sehingga bisa mix and match dan membuat hasil menjadi lebih indah lagi.

Batu alam palimanan ini banyak diminati oleh masyarakat untuk dijadikan pagar, dinding, taman, pilar dan lain-lain untuk menjadikan lebih indah dan unik. Dengan sifat yang lebih lunak daripada batu alam lain, batu palimanan dapat dibentuk untuk menjadi beragam ornamen atau juga patung.

3. Batu Templek

Batu templek Pertama kali populer di indonesia khususnya di bi bidang arsitektur sejak tahun 45-an atau sejak jaman kemerdekaan. Hal tersebut terlihat pada gedung-gedung tua di daerah perkotaan dan rumah-rumah tua disana.

Pada saat itu, batu templek lebih sering disusun secara acak. Baru pada tahun 50-an batu templek memiliki tren baru dengan pola pemasangan susun sirihnya dengan nat lebar pada pagar dan kolam rumah.

4. Batu Candi

Batu candi memiliki kesan yang sejuk dan alami, itulah yang menjadi banyak alasan mengapa batu candi banyak di cari dan di gemari. Sesuai dengan namanya, batu candi dari dulu sudah digunakan untuk membuat candi atau patung.

Batu candi juga memiliki kelemahan yaitu gampang berlumut, tetapi masih banyak yang menggunakannya sebagai elemen pada desain eksterior. Tidak usah khawatir karena setelah pemasangan, batu candi bisa dilapisi dengan coating khusus batu alam untuk tetap menjaga kelembaban dari batu candi tersebut.

5. Batu Paras Jogja

Batu alam terbaik selanjutnya batu paras jogja. Batu putih nan berparas elok dan alami itu banyak dimanfaatkan untuk mempercantik sebuah tampilan pada ruangan. Batu paras jogja memiliki sifat yang hampir sama dengan batu palimanan, yaitu lunak dan empuk, tidak sekeras batu andesit.

Batu paras jogja sudah dikenal masyarakat pada tahun 60-an. Sering digunakan sebagai elemen pada interior maupun eksterior. Walau mudah ditumbuhi lumut karena sifat yang lunak, batu ini bisa ditambahkan coating terlebih dahulu sebagai finishing.

6. Batu Hijau Sukabumi

Sesuai dengan namanya, batu hijau sukabumi berasal dari gunung-gunung dikabupaten sukabumi, provinsi jawa barat. Kesan segar yang dihasilkan membuat batu ini banyak diaplikasikan untuk kolam renang, pagar, dinding, taman, pilar, dan bidang lain sebagainya.

Selain itu, warna hijau dari batu ini juga dapat digunakan untuk memunculkan kesan kontras pada suatu bangunan. Batu hijau sukabumi juga memiliki harga yang terjangkau.

7. Batu Pacitoroso

Batu pacitoroso atau yang sering dikenal dengan batu marmer merah memiliki warna yang mencolok dan berkesan vokal. Hal ini yang menjadikan batu marmer menjadi primadona di kalangan masyarakat kita. Batu ini sudah lama dimanfaatkan untuk mempercantik bangunan. Batu pacitoroso masih eksis untuk dijadikan bagian dari elemen desain eksterior maupun interior.

8. Batu Marmer Ujung Pandang

Kesan glamor dihasilkan dari batuan marmer yang berasal dari kota makasar. Batu marmer ujung pandang sering digunakan untuk main floor atau lantai utama. Selain itu, kualitas dan keindahan marmer itu tak kalah dengan marmer impor.

9. Batu Koral Sikat

Batu koral sikat masih menjadi primadona dalam pembuatan lantai carport. Batu ini juga menjadi pilihan untuk membuat taman, kolam, dan lain sebagainya.

Batu yang berbentuk koral ini banyak digandrungi karena berkesan unik dan variatif dalam warna serta corak. Terlebih jugaa memiliki warna yang variatif dan harga yang terjangkau.

10. Mozaik

batu alam terbaik yang terakhir adalah jenis mozaik. Mozaik bukan nama batu khusus, melainkan hanyalah kumpulan batu yang disusun berdasarkan pola pemasangan pada satu bidang. Batu-batu tersebut disusun pada bidang natting yang diletakkan menggunakan lem khusus. Mulanya munculnya mozaik batu alam terinsiparasi pada mozaik porselen, keramik, dan kaca.

Website Lain CV. Sinergi Stone :

Jualbatualam.net

batupalimanan.com

hargabatualam.net

PABRIK BATU ALAM CV. SINERGI STONE

  • Pengrajin Dan Distributor Batu Alam Cirebon
  • [Telp/WA : 0812-229-509-65 (simpati) & 0877-4445-4456 (XL)]
  • (BBM : D41249E8)
  • Email : sinergistone65@gmail.c1om

Cukup sekian tentang beberapa batu alam terbaik yang menjadi primadona setiap kalangan masyarakat.  Semoga menambah referensi 🙂

Top 10 Motif Batu Alam Untuk Dinding Luar Rumah Terpopuler 2018

Motif Batu Alam Untuk Dinding Luar Rumah – Batu alam merupakan batuan yang berasal dari alam yang biasanya digunakan sebagai bagian dari konstruksi bangunan, terutama pada proses akhir (finishing). Keindahan dan kesan alami yang dimiliki batu alam menjadi alasan utama mengapa batu alam banyak dipilih sebagai bahan bangunan.

Kepopuleran Batu Alam

Penggunaan batu alam untuk kehidupan sehari-hari sudah dilakukan sejak jaman dahulu, bahkan dahulu batu alam dimanfaatkan untuk pembuatan patung, candi, dan lain-lain. Namun, kepopuleran batu alam semakin meningkat pada beberapa tahun belakangan ini.

Seiring dengan perkembangan jaman, batu alam kini semakin populer dengan banyaknya bangunan-bangunan rumah yang menggunakannya sebagai “pemanis” dinding luar. Hal ini tentunya memiliki alasan khusus, pasalnya batu alam memiliki nilai plus jika dibandingkan dengan bahan bangunan lainnya.

Kelebihan Batu Alam

 Kepopuleran batu alam tentunya berbanding lurus dengan kelebihan yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa kelebihan batu alam untuk dinding luar rumah :

  • Banyak pilihan jenis, warna, dan ukuran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan
  • Dapat membuat tampilan rumah menjadi lebih indah, mewah dan alami
  • Lebih kuat dan tahan lama
  • Perawatannya cenderung mudah
  • Harga jual rumah nantinya akan lebih tinggi

Jenis – Jenis Batu Alam Untuk Dinding Luar Rumah

Batu alam memiliki jenis yang sangat beragam, namun tidak semua jenis batu alam dapat digunakan pada dinding luar rumah. Berikut adalah jenis-jenis batu alam yang dapat digunakan pada dinding luar rumah, di antaranya :

  1. Batu Andesit

Batu andesit sudah populer sebagai bahan bangunan sejak jaman colonial. Pada saat itu, batu andesit digunakan untuk dinding, pagar, jembatan, dan saluran irigasi.

Karakteristik fisik dari batu ini adalah berwarna abu-abu. Ada yang berwarna abu-abu muda, abu-abu tua kehitaman, abu-abu kemerahan,  dan abu-abu kehijauan. Untuk sifatnya sendiri, batu andesit bersifat kuat, padat, dan tidak berpori-pori.

Jenis batu yang pertama ini merupakan yang paling cocok untuk diaplikasikan pada bagian eksterior rumah, karena ia tahan terhadap perubahan cuaca ekstrim dan lumut. Namun, bukan berarti batu andesit tidak bisa diaplikasikan pada interior rumah.

  1. Batu Palimanan

Batu palimanan mulai dikenal oleh masyarakat sejak tahun 50-an. Jenis batu ini terbentuk karena adanya proses sedimentasi (endapan) pasir yang terbawa oleh air ataupun angin.

Batu palimanan sendiri dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan warnanya, yaitu batu palimanan kuning (cream palimo), batu palimanan emas (golden palimo), dan batu palimanan putih (white palimo).

Umumnya, batu ini memiliki sifat yang rapuh dan memiliki pori-pori. Namun jika dibandingkan antara ke tiga 3 jenis batu palimanan di atas, batu palimanan putih (white palimo) adalah jenis yang paling keras. Sehingga jika ingin menggunakan batu palimanan pada bagian eksterior rumah, sebaiknya pilih yang jenis terakhir (white palimo). Meski begitu, setelah selesai proses pemasangan harus dilapisi dengan cairan coating agar dinding tidak mudah berlumut.

  1. Batu Candi

Sesuai dengan namanya, batu ini memang jenis batu alam yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan candi-candi bersejarah, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan lain-lain. Dari sini sudah sangat jelas mengapa batu candi termasuk ke dalam jenis batu alam yang cocok digunakan pada dinding luar.

Secara karakteristik, batu candi hampir mirip dengan batu andesit, sama sama berwarna abu kehitaman. Namun yang membedakan adalah batu candi memiliki pori-pori, sementara batu andesit tidak.

Tetapi, kekuatan batu candi tidak perlu diragukan lagi. Hal ini terbukti dengan berdirinya candi-candi bersejarah yang sudah ada di Indonesia sejak puluhan bahkan ratusan tahun lamanya. Tentunya dengan diimbangi perawatan yang rutin.

  1. Batu Paras Jogja

Jenis batu yang keempat ini berasal dari Yogyakarta yang terbentuk dari proses sedimentasi atau endapan, sama seperti batu palimanan. Keunikan dari batu ini adalah warnanya yang putih seperti salju.

Meskipun terbentuk dari proses yang sama seperti batu palimanan, sifat dari kedua batu ini berbeda. Jika batu palimanan memiliki sifat yang rapuh, maka batu paras jogja memiliki sifat yang keras. Hanya saja, keduanya sama-sama berpori-pori. Jadi harus dilapisi dengan cairan coating dan perawatan yang rutin.

  1. Batu Templek

Batu templek merupakan jenis batu alam metamorf yang terbentuk karena adanya perubahan tekanan dan suhu yang tinggi atau panas bumi. Jenis batu ini cukup populer di Indonesia dan sudah sangat umum digunakan pada bagian luar bangunan.

Untuk karakteristiknya sendiri hampir mirip dengan batu andesit yang keras dan berporositas rendah. Hanya saja batu templek berbentuk lempengan tipis, tidak seperti jenis batu alam lainnya.

Bentuknya yang terkadang tidak beraturan, membuat dinding terlihat sangat menyatu dengan alam. Kesan alami dan kokoh akan muncul dengan sendirinya apabila menggunakan batu tempel ini pada bagian dinding luar bangunan.

Top 10 Motif Batu Alam Untuk Dinding Luar Rumah Terpopuler 2018

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, beberapa jenis batu alam memang sangat cocok untuk diaplikasikan pada dinding luar rumah, tentunya dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Jika sudah menentukan jenis batu alam mana yang akan Anda gunakan untuk dinding luar rumah Anda, maka sekarang saatnya untuk menentukan motif seperti apa yang akan diterapkan dengan batu alam yang sudah Anda pilih.

Ada banyak sekali contoh motif batu alam untuk dinding luar rumah yang tersebar di internet, atau bahkan Anda sering melihatnya sendiri secara langsung di rumah-rumah sekitaran Anda.

Jika sekiranya masih bingung, berikut akan kami berikan beberapa referensi motif batu alam untuk dinding luar rumah yang mungkin bisa menjadi ide untuk Anda.

  1. Batu Palimanan + Batu Candi Pola Susun Sirih
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu palimanan + batu candi pola susun sirih

Kombinasi batu palimanan dan batu candi dengan pola susun sirih menampilkan kesan yang manis namun tetap natural, meski diaplikasikan pada rumah minimalis dan tidak terlalu mewah.

  1. Batu Andesit Pola Koboi Bandung
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu andesit pola koboi bandung

Batu andesit merupakan salah satu jenis batu yang dapat membuat dinding luar rumah Anda tampak elegan dan kokoh. Hal yang paling mendukung dari batu ini adalah warnanya yang gelap dan teksturnya yang padat. Pola koboi bandung dapat menjadi pilihan jika Anda bosan menggunakan pola normal.

  1. Batu Palimanan RTA + Batu Andesit
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu palimanan RTA + batu andesit

Motif batu alam untuk dinding luar rumah berikut ini merupakan yang paling cocok untuk diaplikasikan pada rumah bergaya vintage. Warna dari batu palimanan yang sangat membumi dengan finishing rata alam (RTA) membuatnya terlihat mewah secara alami dan tidak berlebihan.

  1. Batu Andesit Graveer European
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu andesit graveer european

Ingin membuat dinding luar rumah Anda tampak mewah dan elegan? Cobalah untuk menggunakan batu andesit dengan finishing Graveer European seperti gambar di atas. Motif alur yang dimilikinya sangat cocok untuk diaplikasikan pada rumah bergaya minimalis.

  1. Batu Templek Kuning
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu templek kuning

Siapa bilang batu templek hanya bisa diaplikasikan pada bagian fondasi bangunan? Coba lihatlah gambar di atas. Batu templek yang tidak beraturan justru membuat rumah terlihat berbeda dan anti mainstream!!! Selain kokoh, motif ini juga sangat menarik bukan?

  1. Batu Candi Pola Acak Timbul Tenggelam
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu candi pola acak timbul tenggelam

Pola acak timbul tenggelam merupakan inovasi yang cukup unik dan masih jarang ditemui. Namun, pengaplikasiannya pun harus dengan kreatifitas dan tidak bisa sembarangan. Jika diperhatikan pada gambar di atas, pola timbul tetap dibentuk seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri, sehingga tetap nyaman untuk dilihat.

  1. Batu Palimanan Polished
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu palimanan polished

Jika sebelumnya batu palimanan dibuat dengan pola susun sirih dan dengan finishing RTA, maka kali ini coba pertimbangkanlah menggunakan batu palimanan dengan finishing polished. Memang rasanya sudah sangat “biasa”, namun jika diperhatikan lagi, yang membuat motif ini berbeda adalah pada bagian pilarnya. Pilar tetap dibuat dengan batu palimanan namun dengan finishing graveer alur lurus.

  1. Wall Cladding
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || wall cladding

Wall cladding sebenarnya sama saja dengan susun sirih, namun sudah dibuat lempengan-lempengan agar pemasangannya lebih mudah seperti keramik. Penerapan motif ini merupakan yang paling mudah, karena motif yang ada sudah dibuat sedemikian rupa, jadi Anda hanya perlu memilih motif mana yang Anda sukai.

  1. Batu Palimanan Wall Cladding
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu palimanan wall cladding

Batu palimanan memang memiliki warna yang sangat cantik, sehingga tidak heran jika banyak yang menggunakannya pada bagian dinding luar rumah. Kali ini, batu palimanan dibuat dengan wall cladding namun dengan tampilan warna yang sama seperti warna aslinya.

  1. Batu Paras Jogja + Batu Templek
motif batu alam untuk dinding luar
motif batu alam untuk dinding luar || batu paras jogja + batu templek

Warna putih masih menjadi pilihan bagi orang-orang yang menyukai hal-hal simple nan elegan, seperti gambar di atas. Penggunaan batu paras jogja putih dengan kombinasi batu templek di bagian fondasinya tampak sangat simple namun tetap berestetika.

Demikianlah top 10 motif batu alam untuk dinding luar rumah yang dapat kami berikan untuk Anda. Semoga membantu! 😉

Baca juga :

4 Tips Memilih Batu Alam yang Wajib Anda Ketahui!
Jenis Coating Batu Alam Yang Tepat Sesuai Jenis Batu Alam
Daftar Harga Batu Alam Terlengkap 2018 (Per M²)

=======================================================================

PABRIK BATU ALAM CV. SINERGI STONE

  • Pengrajin Dan Distributor Batu Alam Cirebon
  • [Telp/WA : 0812-229-509-65 (simpati) & 0877-4445-4456 (XL)]
  • (BBM : D41249E8)
  • Email : sinergistone65@gmail.com

batu andesit