Arsip Kategori: jenis batu alam

finishing batu alam

Finishing Batu Alam & Permasalahan Seputar Batu Alam

Finishing Batu Alam – Saat ini ada banyak cara untuk mempercantik penampilan batu alam. Majunya ilmu dan teknologi di bidang mesin pemotong batu melahirkan beragam jenis batu dengan keragaman bentuk finishing. Adanya beragam bentuk finishing turut menambah nilai jual dari batu alam. Selain itu, konsumen pun dimanjakan dengan ragam pilihan yang seringkali membingungkan, sehingga banyak tema dan gaya yang bisa direncanakan sebelumnya.

Macam-macam Finishing Batu Alam

Masing-masing bentuk finishing batu alam dilakukan dengan proses yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan mesin atau mekanik, manual, kimia, hingga dibakar dengan api. Berikut disajikan bentuk-bentuk finishing batu alam yang dapat menambah cantik penampilan rumah.

  1. Acid

Sesuai dengan namanya, bentuk finishing batu alam ini menggunakan asam dalam proses pembuatannya. Fungsi asam adalah untuk membuat macam-macam tekstur. Berbagai macam tekstur dapat dibuat berdasarkan komposisi asam yang digunakan. Bentuk finishing batu alam ini biasanya digunakan untuk batu marmer. Dengan finishing acid, batu terlihat mengkilap walaupun bertekstur kasar. Dinding, lantai, dan teras merupakan elemen bangunan yang banyak menggunakan bentuk finishing acid.

  1. Bushhammer

Finishing bushhammer dibuat untuk memunculkan kesan alami atau natural. Pembuatannya bisa dilakukan dengan manual atau mesin. Pembuatan secara manual menggunakan palu bergerigi, sehingga permukaan batu tidak rata. Hampir semua jenis batu alam dapat di-finishing bushhammer. Kesan kokoh pun tergambar dari elemen bangunan yang menggunakan finishing bushhammer. Dinding, pilar, pagar, carport, dan garasi merupakan elemen bangunan yang cocok menggunakan batu dengan finishing bushhammer.

  1. Graveer (Alur Mesin)

Batu alam yang di-finishing graveer ada banyak ragamnya. Bentuk ini dibuat menggunakan mesin dan secara manual. Pembuatan yang dilakukan oleh mesin antara lain graveer alur lurus (stonker), alur acak, kubus, segitiga, dan European style. Sementara Japanese style dibuat manual dengan garpu. Untuk graveer alur lurus (stonker), alur acak, kubus, dan segitiga hanya dapat diaplikasikan pada batuan solid atau beku, seperti andesit, candi, pacitroso, dan lain-lain. Sementara graveer European style dan Japanese style lebih cocok diaplikasikan pada batuan sedimen seperti paras jogja.

Rumah-rumah dengan gaya minimalis banyak yang menggunakan bentuk finishing graveer. Dinding, pilar, pagar, hingga kolam (wall pond) banyak memanfaatkan batu alam dengan finishing graveer.

finishing batu alam
finishing batu alam – 1
  1. Poles (Polished)

Batu alam dengan finishing poles menghasilkan kesan halus dan licin. Cara ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dilengkapi diamond pad. Batuan beku dan solid saja yang bisa di-finishing poles. Batu alam yang dipoles banyak diaplikasikan untuk elemen eksterior dan interior bangunan. Batu alam yang dapat dipoles antara lain batu andesit, curi, pacitroso, sukabumi, baligreen, dan lain-lain.

  1. Semipoles (Honed)

Finishing batu alam semipoles hampir sama dengan finishing poles. Bedanya, finishing batu alam semipoles terkesan doff atau blur. Cara pengerjaannya pun sama, tetapi menggunakan mesin yang diamond pad-nya lebih sedikit daripada mesin yang digunakan pada finishing poles. Finishing batu alam ini cocok diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, dan lain-lain.

  1. Sun Blasted

Pembuatan finishing sun blasted dengan cara menyemprotkan pasir kuarsa pada batu alam dengan tekanan tinggi. Hasilnya  mirip dengan finishing semipoles, tetapi lebih kasar. Hampir semua jenis batu dapat di-finishing sun blasted. Finishing batu alam ini cocok diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, dan lain-lain.

finishing batu alam
finishing batu alam – 2
  1. Rata Bakar (Flamed)

Rata bakar menyebabkan kulit batu kasar, tetapi terlihat lebih natural. Finishing batu alam ini dilakukan dengan cara membakar batu alam menggunakan gas elpiji dan oksigen. Batuan yang bisa dibakar antara lain batu andesit, granit, pacitroso, dan diorite. Finishing batu alam ini cocok untuk diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, carport, dan lain-lain.

  1. Rata Alam (RTA)

Finishing rata alam dilakukan secara manual dengan dikeprek. Alat yang digunakan adalah palu dan paku bobok. Tujuannya sama dengan rata bakar, yaitu untuk memunculkan kesan natural. Bedanya, rata alam bentuknya lebih “ekstrim” atau permukaannya sangat tidak beraturan. Hampir semua jenis batu dapat di-finishing dengan rata alam. Finishing rata alam biasanya diaplikasikan pada elemen eksterior bangunan seperti dinding, pilar, dan pagar.

  1. Rata Mesin (RTM)

Sudah tentu finishing rata mesin menggunakan mesin dalam pengolahannya. Ciri khas dari finishing ini adalah alami, halus, tetapi tidak mengkilap. Hampir semua jenis batu alam dapat di-finishing dengan rata mesin. Elemen interior dan eksterior sangat cocok menggunakan batu alam yang di-finishing rata mesin.

Tambahan Aksesoris

“Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas”. Ungkapan tersebut memang ada benarnya. Itu terbukti dari banyaknya penemuan batu alam dan pola pemasangan, seiring majungnya teknologi di bidang mesin, dan industri. Tidak dapat dipungkiri lagi, puluhan atau ratusan tahun mendatang manusia akan menemukan ragam batu alam, mozaik atau alur, serta aksesoris yang mampu mempercantik tampilan batu alam. Saat ini ada beberapa aksesoris yang biasa digunakan untuk menambah elegan dan cantik penampilan batu alam, yaitu batu di-coating dan ditambahkan ornament atau relief.

  1. Coating
finishing batu alam
finishing batu alam – coating

Coating berasal dari bahasa Inggris yang berarti “melapisi”. Bahannya bernama coat yang artinya “lapis” atau “pelapis”. Namun, masyarakat umumnya lebih mengenal kata coating atau coat dari pada “lapis” atau “melapisi”. Coating berbentuk cair dan tidak berbau, sehingga warna asli batu tetap terlihat jelas. Ada dua jenis coating, yaitu yang mengkilap (glossy) dan yang tidak mengkilap (doff).

Coating digunakan untuk berbagai tujuan, antara lain sebagai aksesoris dan pelindung batu dari cuaca ekstrim, sehingga dapat lebih tahan lama. Coating sebagai aksesoris lebih bertujuan agar penampilan batu alam terlihat lebih cantik. Apalagi saart terkena sinar matahari. Selain itu, dengan di-coating maka tekstur dan pola yang terdapat pada kulit atau permukaan batu alam akan terlihat lebih jelas.

Sebenarnya, coating lebih ditujukan pada batu alam yang dipasang pada bagian eksterior bangunan. Bayangkan saja, setiap hari batu alam terkena panas matahari atau siraman air hujan. Belum lagi serangan dari debu, lumut, dan jamur. Namun, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa batu alam sebenarnya tidak perlu di-coating. Alasannya, agar penampilan batu alam lebih terkesan alami dan natural.

Baca juga : Jenis Coating Batu Alam yang Tepat Sesuai Jenis Batu Alam

  1. Ornamen
finishing batu alam
finishing batu alam – ornamen

Pemberian ornament biasanya dilakukan pada bidang-bidang yang luas dan vertikal, misalnya dinding luar dan pagar. Tujuannya agar penampilan batu alam secara keseluruhan tidak membosankan. Saat ini terdapat bermacam-macam ornament atau relief yang bisa digunakan sebagai penghias atau aksesoris tambahan. Mulia dari relief flora, fauna, batik, abstrak, bintang, dan lain-lain. Pemilihan ornament tidak ada standar baku karena tergantung dari selera masing-masing. Ornament yang ada saat ini terbuat dari batu alam paras jogja. Teksturnya yang putih dan mudah dipahat membuat batu asal Yogyakarta ini sangat cocok dijadikan relief.

Perawatan

Batu alam yang digunakan sebagai elemen terluar bangunan rentan terhadap kondisi cuaca, tidak terkecuali elemen interior. Agar penampilannya selalu terlihat cantik maka perlu perawatan secara berkala dan rutin. Untuk batu alam yang dipasang pada elemen eksterior, lakukan perawatan berkala dengan meng-coating tiap enam bulan sekali, sedangkan untuk elemen eksterior cukup satu tahun sekali. Untuk batu alam yang tidak di-coating, cukup dibersihkan dengan cara disikat menggunakan detergen.

finishing batu alam
finishing batu alam – perawatan

Untuk batu alam pada elemen interior, cukup dibersihkan dengan vacuum cleaner hingga debu-debu yang menyebabkan batu kusam dan lumut hilang. Cara ini juga berlaku untuk batu alam pada elemen eksterior.

Baca juga : Perawatan Batu Alam

Permasalahan di Seputar Batu Alam

Memang, batu alam adalah benda dengan fisik yang kuat dan memiliki daya tahan relatif lebih lama. Namun, sering kali ditemui beberapa permasalahan pada batu alam, entah karena faktor manusia atau faktor lingkungan. Berikut disajikan permasalahan yang biasa terjadi pada batu alam.

  1. Batu Berlumut

Batu berlumut umumnya terjadi pada batu yang dipasang sebagai elemen eksterior seperti pagar. Terlalu sering terpapar hujan dan seringnya debu menempel membuat batu alam mudah berlumut. Untuk menghilangkan lumut, sikat batu dengan menggunakan sikat kawat dan air deterjen secara berkala. Agar lebih aman lagi, coating batu alam seperti yang telah diterangkan sebelumnya.

  1. Batu Bernoda Hitam atau Kusam

Noda hitam pada batu alam sering terjadi pada batu alam yang mempunyai tekstur halus seperti batu palimanan, paras jogja, dan batu nonsolid lainnya. Untuk mengatasinya ada dua cara, yaitu pertama batu dibersihkan dengan menggunakan amplas dan kedua menggunakan gerinda. Cara tersebut akan menyebabkan kualitas batu alam berkurang karena mengalami perubahan bentuk.

  1. Batu Berembun

Batu berembun bukan berarti disebabkan oleh air, tetapi akibat proses coating yang tidak sesuai dengan prosedur. Pada batu yang berembun akan terlihat ruangan kosong berwarna putih atau abu-abu. Hal ini disebabkan pada saat di-coating batu alam belum benar-benar 100% kering, sehingga saat pemberian coating tercampur dengan air. Setelah kering, air itu akan tertutup oleh cairan coating yang mengendap seperti embun. Untuk mengatasi hal tersebut, kerok atau amplas bagian yang berembun, kemudian coating ulang.

  1. Keluar Leleran

Sering dijumpai pada susunan batu alam keluar leleran yang mirip dengan air terjun, tetapi sudah mengering. Adanya “air terjun” tersebut malah membuat penampilan batu alam terlihat semrawut. Apalagi jika dilihat dari kejauhan. Leleran tersebut merupakan air yang keluar dari nat (celah di antara batu alam) yang membawa kotoran, sehingga terlihat jorok. Untuk mencegahnya bisa menggunakan semen khusus yang cepat mengering. Memang harganya relatif kebih mahal, namun jika masalah tersebut selalu muncul, Anda cukuo menyiram dan menyikatnya hingga bersih.

  1. Lapisan Coating Mengelupas

Lapisan coating yang mengelupas bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu lapisan coating terlalu tebal sehingga batu belum bersih dari debu atau kristal-kristal hasil pemotongan batu pada saat di-coating. Untuk mengatasinya, kerok lapisan yang terkelupas dengan kape atau amplas, kemudian lakukan coating ulang.

  1. Batu Lepas

Batu yang terlepas membuat penampilan batu alam secara keseluruhan menjadi kurang enak dipandang. Pemasangan yang kurang baik serta adonan atau acian yang kurang memenuhi standar merupakan penyebab utama batu lepas. Untuk mengatasinya, pasang kembali batu yang lepas atau ganti dengan batu yang sejenis. Pemasangannya menggunakan acian khusus yang daya rekatnya lebih tinggi.

cara memilih batu alam

Cara Memilih Batu Alam yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Cara Memilih Batu Alam – Ada cara praktis yang dapat menjadi patokan untuk menentukan ketepatan fungsi batu alam. Batu alam sudah memenuhi fungsi kekuatan, keindahan, serta keserasian dengan rumah dan lingkungan atau belum.

Datanglah ke showroom-showroom yang memamerkan beragam jenis batu alam. Di sana ada banyak pilihan batu alam yang berpenampilan unik, menarik, dan lain-lain. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain jenis batu, keserasian dengan rumah, anggaran biaya, bahan pendukung, dan kreatifitas. Lanjutkan membaca Cara Memilih Batu Alam yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Jenis Batu Alam Motif Alur Yang Paling Sering Digunakan

Batu alam motif alur – Saat ini batu alam sudah menjadi trend di setiap jenis dan model bangunan, banyak motif dan model batu alam yang di produksi. Semakin majunya teknologi teknik pemotongan batu alam, semakin banyak pula motif batu alam yang di hasilkan. Umumnya batu alam andesit yang banyak digunakan yaitu batu andesit bakar. Baik itu batu andesit polos bakar maupun batu andesit bintik bakar. Kedua jenis batu tersebut saat ini mempunyai model yang sangat beragam yaitu batu alam motif alur. Lanjutkan membaca Jenis Batu Alam Motif Alur Yang Paling Sering Digunakan

batu alam dinding

Jenis Batu Alam Yang Terbaik Untuk Dinding Rumah

Batu alam untuk dinding – Mempercantik rumah dengan menggunakan batu alam memanglah sangat cocok, terutama untuk bagian depan rumah. Berbagai pilihan dan corak batu alam memang sangat beragam sekali. Mulai dari harga batu alam yang termurah juga harga batu alam yang termahal. Corak batu alam untuk dinding dan lantaipun sangat bervariasi dari muali cara pemasangan dan juga penggunaannya. Lanjutkan membaca Jenis Batu Alam Yang Terbaik Untuk Dinding Rumah