Arsip Kategori: Artikel Batu Alam

seputar batu alam

Seputar Batu Alam, Benda Keras yang Bermanfaat

Seputar Batu Alam – Seiring berkembangnya jaman dan teknologi, penghuni rumah semakin kreatif dalam mendesain bangunan. Semakin banyak kebutuhan yang berhubungan dengan desain rumah maka beragam material pun bermunculan, salah satunya adalah material batu alam. Meskipun bukan barang baru, tampaknya batu alam selalu memiliki daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat sebagai pemanis desain eksterior maupun interior bangunan.

Munculnya teknologi pemotongan batu alam juga menciptakan berbagai macam bentuk, corak finishing, dan pola pemasangan. Akibatnya, aplikasi batu alam menjadi lebih fleksibel mengikuti tema dan gaya bangunan rumah.

Rumah akan tampak lebih menarik apabila didesain dengan unik dan berbeda, baik dari luar maupun dari dalam. Pilihan yang tepat untuk mengatasi hal ini adalah dengan menambahkan material sebagai bahan bangunan. Pengaplikasian batu alam pada bangunan tidak hanya membuat rumah tampak unik, tetapi juga akan memberikan kesan alami dan teduh.

Meski sebagian besar masyarakat sudah mengetahui batu alam, tetapi sebagian lagi belum mengenal seluk-beluk batu alam sebagai material bangunan. Buktinya, ada beberapa bangunan yang salah menempatkan batu alam, yang mestinya digunakan untuk interior, justru diaplikasikan pada bagian eksterior bangunan. Oleh karena itu, kami akan memberikan sedikit pengetahuan seputar batu alam yang bisa Anda pelajari.

Seputar Batu Alam, Benda Keras yang Bermanfaat

Batu alam merupakan batu yang secara alami terdapat di alam (bukan buatan tangan manusia) yang kemudian diambil dan diolah untuk berbagai macam keperluan, salah satunya sebagai bahan bangunan. Sejak jaman purba, batu alam telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Jenisnya yang beragam membuat manusia berusaha mengolahnya menjadi bermacam-macam bentuk dan fungsi, misalnya perkakas rumah tangga dan patung.

seputar batu alam
seputar batu alam – proses penambangan

Seiring berkembangnya teknologi di bidang arsitektur, batu alam memiliki posisi yang vital karena kehadirannya memberikan pengaruh terhadap gaya di dunia arsitektur. Bagi sebagian orang, batu alam memiliki sejuta pesona dan keindahan yang tak ternilai. Hal ini menyebabkan batu alam banyak dimanfaatkan untuk memperindah tampilan rumah, baik eksterior maupun interior.

Batu alam memancarkan kesan yang alami, sehingga diburu oleh banyak orang. Mengapa demikian? Karena batu alam memiliki warma, tekstur, dan ukuran yang beragam. Selain itu, batu alam memberi nuansa berbeda baik secara psikologis maupun visual kepada pemiliknya.

Pemberian Alam untuk Manusia

Ketika mendengar nama batu alam, yang terbayangkan tentang “batu” tidak lebih hanya sebuah benda mati yang berat dan murah harganya. Akan tetapi, benda mati ini seolah-olah hidup di sekeliling manusia. Batu alam termasuk barang tambang yang berasal dari alam untuk manusia. Tak heran jika batu alam saat ini memberi banyak manfaat bagi manusia. Terutama kepada pekerja tambang, distributor, dan tukang bangunan. Jika dulu batu alam dimanfaatkan sebagai perkakas, sekarang batu alam justru banyak digunakan sebagai elemen bangunan, baik rumah, tempat ibadah, gedung, hotel, hingga tempat wisata. Otomatis, keberadaan batu alam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kegiatan pernambangan batu alam membantu perekonomian warga sekitarnya. Di samping itu, batu alam yang dijual di showroom pun membuka lapangan kerja baru. Keberadaan batu alam membantu perekonomian negara karena batu alam Indonesia pun sudah diekspor ke berbagai negara.

Sudah sepantasnya manusia bersyukur karena batu alam melimpah di Indonesia. Pulau Jawa termasuk salah satu yang mempunyai kandungan batu alam yang beragam, baik batu pegunungan maupun batu kali. Misalnya, batu andesit, paras, candi, palimanan, dan pacitoroso merupakan batu alam asli Pulau Jawa.

Dimanfaatkan Sejak Dahulu

Jika flashback ke jaman dahulu (jaman batu) kira-kira 600.000 tahun lalu, terbukti saat itu orang-orang lebih “jeli” ketimbang orang modern sekarang. Mereka sudah menyadari jika batu alam memiliki sejuta manfaat. Dari bukti sejarah tercatat batu merupakan benda alam yang manfaatnya sangat penting, sehingga tidak heran sebelum sampai pada jaman sekarang ini, dahulu pada kehidupan pada jaman batu. Pada jaman tersebut, elemen eksterior dan interior rumah berasal dari batu alam. Selain itu, alat berburu dan patung yang biasa mereka sembah pun terbuat dari batu.

seputar batu alam
seputar batu alam – piramid

Di pusat peradaban manusia pertama di Mesir, batu punya peran vital saat itu. Dengan kondisi iklim yang panas dan dikeliling gurun pasir, sehingga semua bangunan dan rumah-rumah harus berbahan batu. Mengapa? Karena batu tidak menyerap panas dan menyejukkan udara di dalamnya. Itu terbukti dari bangunan megah yang di tengah hamparan padang pasir, misalnya Piramid, Spinx, dan tempat pemujaan Suku Maya di Amerika Selatan, itu semua terbuat dari batu. Tak hanya sebagai bahan bangunan, batu alam juga untuk perhiasan dan benda berharga, seperti batu mulia.

Perjalanan Batu Alam di Indonesia

Di Indonesia, batu alam sudah dimanfaatkan sejak jaman nenek moyang. Arca atau patung, candi, dan benda bersejarah lainnya terbuat dari batu. Candi Prambanan, Borobudur, Mendut, Sewu, Plaosan dan candi lainnya bahan bakunya adalah batu alam. Bernama batu candi sebab jenis batu alam yang digunakan pada setiap candi sama. Batu candi masih tetap eksim hingga saat ini.

Sebelumnya jaman kemerdekaan, tepatnya pada jaman colonial, batu belah dari jenis batu andesit sudah banyak diaplikasikan dalam pembuatan dinding, jembatan, dan saluran irigasi. Batu-batu tersebut disuplai masyarakat setempat dari tepian sungai. Selain itu, pada tahun 1930 marmer Tulungangung banyak dimanfaatkan untuk bangunan milik bangsawan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka (tahun 1950), pertama kalinya batu alam muncul dalam bentuk lempengan (templek salagedang) berdiameter 20-30 cm. Setelah batu templek, muncul lagi batu alam dalam bentuk “pelas”, yaitu batu alam yang dipahat dengan manual atau tangan manusia. Ukuran batu tersebut yaitu 10 cm x 20 cm, 20 cm x 20 cm, dan 5 cm x 20 cm. Ukuran-ukuran itu digunakan untuk pasangan susun sirih (dengan nat lebar). Setelah batu templek salagedang, batu palimanan pertama kali muncul dalam bentuk lempengan. Keduanya banyak diaplikasikan pada gedung-gedung pemerintahan, rumah pejabat, dan kaum elit saat itu.

Awal tahun 60-an batu-batu dari Yogyakarta, seperti batu paras dan palimanan jogja mulai banyak diminati masyarakat. Dikarenakan belum tersedianya alat potong yang memadai, batu-batu itu berwujud lempengan. Pada tahun yang sama, batu hijau sukabumi mulai digunakan di gedung Sarinah, Thamrin, dan pedestrial seputar Monas. Baru setelah memasuki pertengahan tahun 70-an bongkahan batu dipotong menggunakan gergaji.

seputar batu alam
seputar batu alam – candi borobudur

Tahun 80-an merupakan tahun revolusi bagi dunia “perbatuan” Indonesia. Itu berawal dari proyek pemugaran Candi Borobudur yang didanai Pemerintah Jepang dan dikerjakan oleh putra-putra Indonesia kemudian bermulalah proses pemotongan batu candi dan berbagai jenis batu lainnya. Itu tidak terlepas dari harapan dan perjuangan bapak Ir. Eddy Hartono, pelaksana pemugaran Candi Borobudur, untuk memajukan bangsa ini dengan menyalurkan pengetahuan, kemampuanm dan pengalaman. Dorongan itu semakin kuat karena hanya pabrik besar saja yang memiliki mesin pemotong batu. Itu pun import dengan harga yang sangat tinggi. Akhirnya Eddy menciptakan mesin potong batu. Perkakas itu sederhana, murah, dan kuat. Masyarakat tak perlu lagi import.

Geliat yang sama terjadi juga di daerah Majalengka, Cirebon, Jawa Barat sebagai penghasil batu templek dan batu palimanan. Tak ketinggalan di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur sebagai penghasil marmer terbesar di Indonesia. Jenisnya, marmer krem dan marmer merah oranye, bawean, dan onyx.

Pertengah tahun 90-an batu andesit mulai digemari setelah terpasang di sekitar Taman Medan Merdeka Monas, Museum Gajah, dan Bank Indonesia Bidakara Jakarta. Saking tersohornya, Singapura tergelitik untuk mengekspor batu andesit.

Setelah naik daun, harga dan semarak batu alam anjlok tahun 1997-1998. Itu terjadi karena Indonesia mengalami krisis Ekonomi. Lumpuhnya kegiatan ekonomi bukan hanya terjadi pada bisnis batu alam saja, tetapi di semua sector. Namun, itu tidak berlangsung lama karena pada awal 1999 batu alam mulai bangkit kembali dan mengalami kemajuan pesat. Itu ditandai dengan banyaknya permintaan batu alam ke berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, Filiphina, Taiwan, Korea, Australia, Belgia, Belanda, dan Amerika Serikat.

Sekarang batu alam kian digemari oleh berbagai lapisan masyarakat. Seolah-olah setiap bangunan berlomba menghiasi diri dengan batu alam. Mulai dari gedung bahkan sampai pos kamling. Ada batu yang menjadi favorit untuk diaplikasikan pada bangunan, seperti batu andesit. Ada juga yang inovatif dan eksotik seperti mozaik batu alam.

Tak Lekang Dimakan Jaman

Tahukah Anda berapa umur Piramida di Mesir, Candi Borobudur di Indonesia, dan arca-arca yang tersimpan di Museum Gajah Jakarta? Benda-benda tersebut umurnya sudah ratusan tahun, bahkan ada yang ribuan tahun. Selama itu batu-batu tersebut terpapar terik matahari, hujan, dan cuaca yang tak stabil, tetapi hingga saat ini masih kokoh. Daya tahan luar biasa itu yang menyebabkan orang-orang menyukai batu alam.

seputar batu alam
seputar batu alam – museum gajah Jakarta

Batu alam ada beberapa jenis, berdasarkan warna dan ketahanannya. Di antaranya ada batu andesit, batu candi, paras, pacitoroso, dan lain-lain. Dibandingkan batu-batu jenis lainnya, batu andesit yang paling kuat dan tahan terhadap lumut, sehingga bisa diaplikasikan di dalam ataupun di luar ruang. Pemakaian batu andesit pun lebih fleksibel, bisa untuk lainnya maupun dinding. Berdasarkan cara pembelahannya, batu andesit rata mesin, artinya batu itu dipotong menggunakan mesin dan andesit rata bakar yang permukaannya dibuat natural dengan cara dibakar. Permukaan batu andesit rata mesin lebih halus ketimbang rata bakar.

Batu candi, dilihat dari teksturnya, sepintas mirip batu andesit, tetapi warnanya  lebih terang dan berpori-pori kasar. Pori kasar itu yang mengakibatkan batu mudah menyerap air. Air yang terserap dapat melembabkan batu, sehingga batu mudah berlumut dan rapuh.

Sementara itu, batu paras jogja berasal dari Yogyakarta. Batu ini berwarna putih tulang dengan permukaan rata. Batu paras jogja tidak sekuat batu andesit, sehingga tidak bisa untuk pijatan atau lantai. Batu jenis itu hanya cocok untuk menghiasi dinding taman.

Mempercantik Tampilan Bangunan

Nusantara kaya jenis bebatuan alam yang memiliki keindahan dan kecantikan yang khas. Pesonanya yang memikat membuat batu alam kini banyak dimanfaatkan untuk hiasan eksterior dan interior bangunan agar terlihat lebih indah dan cantik. Keistimewaan batu alam membuatnya banyak diburu oleh orang-orang yang mencari suasana alamiah. Batu alam, baik yang masih murni maupun yang telah diproses, mampu disulap menjadi pemanis ruangan di luar, di dalam, maupun di teras rumah. Dengan batuan ini bangunan terkesan alami, nyaman, tenang, kokoh, serta menambah nilai artistic bangunan tersebut.

seputar batu alam
seputar batu alam – interior batu alam

Pemakaian batu alam untuk memperindah ruangan umumnya hanya dilakukan oleh kalangan elit saja. Itu wajar karena harga batu alam relatif mahal, belum lagi penambahan upah pemasangan dan perawatannya. Biasanya mereka memasang batu alam untuk mempercantik bangunan. Namun, tujuan utama pemakaian batu alam tak lain untuk menunjukkan kekontrasan, irama, atau tampilan bangunan agar lebih bervariasi. Pemakaian batu alam juga sebagai penyeimbang komposisi bangunan.

Aplikasi pada Eksterior dan Interior

Batu-batuan dari alam selama ini hanya berfungsi sebagai ornament di luar ruangan. Namun, seiring dengan keinginan penghuni untuk semakin dekat dengan alam, batuan pun dimanfaatkan sebagai pemanis interior rumah. Terlebih di Indonesia, tak sulit diperoleh bermacam batuan nan indah dengan susunan mineral dan beragam warna.

seputar batu alam
seputar batu alam – eksterior batu alam

Pemanfaatan batu alam untuk eksterior atau interior rumah bertujuan menciptakan suasana sejuk dan menyatu dengan alam. Batu alam biasanya lebih dominan di bagian eksterior, seperti lantai, dinding luar, pilar, pagar, teras, kolam hias, dan taman. Untuk mempercantik interior bangunan, bisa diaplikasikan di dinding ruang tamu, sehingga terlihat lebih kontras. Selain itu, kamar mandi pun sangat sesuai jika menggunakan batu alam sebagai elemen penyusunnya. Itu akan menambah kesan yang lebih alami.

Dalam penggunaannya, batu alam bisa ditempel di dinding untuk menampilkan kesan teduh dan natural, untuk lantai pun pertimbangannya agar menyatu dengan alam, atau ditempel di dinding luar ruang yang biasanya mempercantik taman, termasuk air mancur. Sementara cara penyusunannya bisa secara alur, susun bata, koboi bandung, atau susun sirih, tergantung selera.

Itulah penjelasan singkat seputar batu alam yang mungkin bisa menambah pengetahuan Anda. Semoga bermanfaat!

Baca juga :

Ragam Batu Alam Berdasarkan Proses Pembentukannya

4 Tips Memilih Batu Alam yang Wajib Anda Ketahui!

kolam renang batu alam

Manfaat & Contoh Desain Kolam Renang Batu Alam

Kolam Renang Batu Alam – Berenang merupakan sebuah aktifitas olahraga yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Dengan harga tiket masuk kolam renang yang Anda bayarkan, efek positif dari kegiatan berenang mungkin tidak akan Anda dapatkan dari aktifitas lainnya. Lanjutkan membaca Manfaat & Contoh Desain Kolam Renang Batu Alam

finishing batu alam

Finishing Batu Alam & Permasalahan Seputar Batu Alam

Finishing Batu Alam – Saat ini ada banyak cara untuk mempercantik penampilan batu alam. Majunya ilmu dan teknologi di bidang mesin pemotong batu melahirkan beragam jenis batu dengan keragaman bentuk finishing. Adanya beragam bentuk finishing turut menambah nilai jual dari batu alam. Selain itu, konsumen pun dimanjakan dengan ragam pilihan yang seringkali membingungkan, sehingga banyak tema dan gaya yang bisa direncanakan sebelumnya.

Macam-macam Finishing Batu Alam

Masing-masing bentuk finishing batu alam dilakukan dengan proses yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan mesin atau mekanik, manual, kimia, hingga dibakar dengan api. Berikut disajikan bentuk-bentuk finishing batu alam yang dapat menambah cantik penampilan rumah.

  1. Acid

Sesuai dengan namanya, bentuk finishing batu alam ini menggunakan asam dalam proses pembuatannya. Fungsi asam adalah untuk membuat macam-macam tekstur. Berbagai macam tekstur dapat dibuat berdasarkan komposisi asam yang digunakan. Bentuk finishing batu alam ini biasanya digunakan untuk batu marmer. Dengan finishing acid, batu terlihat mengkilap walaupun bertekstur kasar. Dinding, lantai, dan teras merupakan elemen bangunan yang banyak menggunakan bentuk finishing acid.

  1. Bushhammer

Finishing bushhammer dibuat untuk memunculkan kesan alami atau natural. Pembuatannya bisa dilakukan dengan manual atau mesin. Pembuatan secara manual menggunakan palu bergerigi, sehingga permukaan batu tidak rata. Hampir semua jenis batu alam dapat di-finishing bushhammer. Kesan kokoh pun tergambar dari elemen bangunan yang menggunakan finishing bushhammer. Dinding, pilar, pagar, carport, dan garasi merupakan elemen bangunan yang cocok menggunakan batu dengan finishing bushhammer.

  1. Graveer (Alur Mesin)

Batu alam yang di-finishing graveer ada banyak ragamnya. Bentuk ini dibuat menggunakan mesin dan secara manual. Pembuatan yang dilakukan oleh mesin antara lain graveer alur lurus (stonker), alur acak, kubus, segitiga, dan European style. Sementara Japanese style dibuat manual dengan garpu. Untuk graveer alur lurus (stonker), alur acak, kubus, dan segitiga hanya dapat diaplikasikan pada batuan solid atau beku, seperti andesit, candi, pacitroso, dan lain-lain. Sementara graveer European style dan Japanese style lebih cocok diaplikasikan pada batuan sedimen seperti paras jogja.

Rumah-rumah dengan gaya minimalis banyak yang menggunakan bentuk finishing graveer. Dinding, pilar, pagar, hingga kolam (wall pond) banyak memanfaatkan batu alam dengan finishing graveer.

finishing batu alam
finishing batu alam – 1
  1. Poles (Polished)

Batu alam dengan finishing poles menghasilkan kesan halus dan licin. Cara ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dilengkapi diamond pad. Batuan beku dan solid saja yang bisa di-finishing poles. Batu alam yang dipoles banyak diaplikasikan untuk elemen eksterior dan interior bangunan. Batu alam yang dapat dipoles antara lain batu andesit, curi, pacitroso, sukabumi, baligreen, dan lain-lain.

  1. Semipoles (Honed)

Finishing batu alam semipoles hampir sama dengan finishing poles. Bedanya, finishing batu alam semipoles terkesan doff atau blur. Cara pengerjaannya pun sama, tetapi menggunakan mesin yang diamond pad-nya lebih sedikit daripada mesin yang digunakan pada finishing poles. Finishing batu alam ini cocok diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, dan lain-lain.

  1. Sun Blasted

Pembuatan finishing sun blasted dengan cara menyemprotkan pasir kuarsa pada batu alam dengan tekanan tinggi. Hasilnya  mirip dengan finishing semipoles, tetapi lebih kasar. Hampir semua jenis batu dapat di-finishing sun blasted. Finishing batu alam ini cocok diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, dan lain-lain.

finishing batu alam
finishing batu alam – 2
  1. Rata Bakar (Flamed)

Rata bakar menyebabkan kulit batu kasar, tetapi terlihat lebih natural. Finishing batu alam ini dilakukan dengan cara membakar batu alam menggunakan gas elpiji dan oksigen. Batuan yang bisa dibakar antara lain batu andesit, granit, pacitroso, dan diorite. Finishing batu alam ini cocok untuk diaplikasikan untuk elemen eksterior maupun interior, seperti dinding, lantai, teras, carport, dan lain-lain.

  1. Rata Alam (RTA)

Finishing rata alam dilakukan secara manual dengan dikeprek. Alat yang digunakan adalah palu dan paku bobok. Tujuannya sama dengan rata bakar, yaitu untuk memunculkan kesan natural. Bedanya, rata alam bentuknya lebih “ekstrim” atau permukaannya sangat tidak beraturan. Hampir semua jenis batu dapat di-finishing dengan rata alam. Finishing rata alam biasanya diaplikasikan pada elemen eksterior bangunan seperti dinding, pilar, dan pagar.

  1. Rata Mesin (RTM)

Sudah tentu finishing rata mesin menggunakan mesin dalam pengolahannya. Ciri khas dari finishing ini adalah alami, halus, tetapi tidak mengkilap. Hampir semua jenis batu alam dapat di-finishing dengan rata mesin. Elemen interior dan eksterior sangat cocok menggunakan batu alam yang di-finishing rata mesin.

Tambahan Aksesoris

“Manusia adalah makhluk yang tidak pernah puas”. Ungkapan tersebut memang ada benarnya. Itu terbukti dari banyaknya penemuan batu alam dan pola pemasangan, seiring majungnya teknologi di bidang mesin, dan industri. Tidak dapat dipungkiri lagi, puluhan atau ratusan tahun mendatang manusia akan menemukan ragam batu alam, mozaik atau alur, serta aksesoris yang mampu mempercantik tampilan batu alam. Saat ini ada beberapa aksesoris yang biasa digunakan untuk menambah elegan dan cantik penampilan batu alam, yaitu batu di-coating dan ditambahkan ornament atau relief.

  1. Coating
finishing batu alam
finishing batu alam – coating

Coating berasal dari bahasa Inggris yang berarti “melapisi”. Bahannya bernama coat yang artinya “lapis” atau “pelapis”. Namun, masyarakat umumnya lebih mengenal kata coating atau coat dari pada “lapis” atau “melapisi”. Coating berbentuk cair dan tidak berbau, sehingga warna asli batu tetap terlihat jelas. Ada dua jenis coating, yaitu yang mengkilap (glossy) dan yang tidak mengkilap (doff).

Coating digunakan untuk berbagai tujuan, antara lain sebagai aksesoris dan pelindung batu dari cuaca ekstrim, sehingga dapat lebih tahan lama. Coating sebagai aksesoris lebih bertujuan agar penampilan batu alam terlihat lebih cantik. Apalagi saart terkena sinar matahari. Selain itu, dengan di-coating maka tekstur dan pola yang terdapat pada kulit atau permukaan batu alam akan terlihat lebih jelas.

Sebenarnya, coating lebih ditujukan pada batu alam yang dipasang pada bagian eksterior bangunan. Bayangkan saja, setiap hari batu alam terkena panas matahari atau siraman air hujan. Belum lagi serangan dari debu, lumut, dan jamur. Namun, tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa batu alam sebenarnya tidak perlu di-coating. Alasannya, agar penampilan batu alam lebih terkesan alami dan natural.

Baca juga : Jenis Coating Batu Alam Yang Tepat Sesuai Jenis Batu Alam

  1. Ornamen
finishing batu alam
finishing batu alam – ornamen

Pemberian ornament biasanya dilakukan pada bidang-bidang yang luas dan vertikal, misalnya dinding luar dan pagar. Tujuannya agar penampilan batu alam secara keseluruhan tidak membosankan. Saat ini terdapat bermacam-macam ornament atau relief yang bisa digunakan sebagai penghias atau aksesoris tambahan. Mulia dari relief flora, fauna, batik, abstrak, bintang, dan lain-lain. Pemilihan ornament tidak ada standar baku karena tergantung dari selera masing-masing. Ornament yang ada saat ini terbuat dari batu alam paras jogja. Teksturnya yang putih dan mudah dipahat membuat batu asal Yogyakarta ini sangat cocok dijadikan relief.

Perawatan

Batu alam yang digunakan sebagai elemen terluar bangunan rentan terhadap kondisi cuaca, tidak terkecuali elemen interior. Agar penampilannya selalu terlihat cantik maka perlu perawatan secara berkala dan rutin. Untuk batu alam yang dipasang pada elemen eksterior, lakukan perawatan berkala dengan meng-coating tiap enam bulan sekali, sedangkan untuk elemen eksterior cukup satu tahun sekali. Untuk batu alam yang tidak di-coating, cukup dibersihkan dengan cara disikat menggunakan detergen.

finishing batu alam
finishing batu alam – perawatan

Untuk batu alam pada elemen interior, cukup dibersihkan dengan vacuum cleaner hingga debu-debu yang menyebabkan batu kusam dan lumut hilang. Cara ini juga berlaku untuk batu alam pada elemen eksterior.

Baca juga : Perawatan Batu Alam

Permasalahan di Seputar Batu Alam

Memang, batu alam adalah benda dengan fisik yang kuat dan memiliki daya tahan relatif lebih lama. Namun, sering kali ditemui beberapa permasalahan pada batu alam, entah karena faktor manusia atau faktor lingkungan. Berikut disajikan permasalahan yang biasa terjadi pada batu alam.

  1. Batu Berlumut

Batu berlumut umumnya terjadi pada batu yang dipasang sebagai elemen eksterior seperti pagar. Terlalu sering terpapar hujan dan seringnya debu menempel membuat batu alam mudah berlumut. Untuk menghilangkan lumut, sikat batu dengan menggunakan sikat kawat dan air deterjen secara berkala. Agar lebih aman lagi, coating batu alam seperti yang telah diterangkan sebelumnya.

  1. Batu Bernoda Hitam atau Kusam

Noda hitam pada batu alam sering terjadi pada batu alam yang mempunyai tekstur halus seperti batu palimanan, paras jogja, dan batu nonsolid lainnya. Untuk mengatasinya ada dua cara, yaitu pertama batu dibersihkan dengan menggunakan amplas dan kedua menggunakan gerinda. Cara tersebut akan menyebabkan kualitas batu alam berkurang karena mengalami perubahan bentuk.

  1. Batu Berembun

Batu berembun bukan berarti disebabkan oleh air, tetapi akibat proses coating yang tidak sesuai dengan prosedur. Pada batu yang berembun akan terlihat ruangan kosong berwarna putih atau abu-abu. Hal ini disebabkan pada saat di-coating batu alam belum benar-benar 100% kering, sehingga saat pemberian coating tercampur dengan air. Setelah kering, air itu akan tertutup oleh cairan coating yang mengendap seperti embun. Untuk mengatasi hal tersebut, kerok atau amplas bagian yang berembun, kemudian coating ulang.

  1. Keluar Leleran

Sering dijumpai pada susunan batu alam keluar leleran yang mirip dengan air terjun, tetapi sudah mengering. Adanya “air terjun” tersebut malah membuat penampilan batu alam terlihat semrawut. Apalagi jika dilihat dari kejauhan. Leleran tersebut merupakan air yang keluar dari nat (celah di antara batu alam) yang membawa kotoran, sehingga terlihat jorok. Untuk mencegahnya bisa menggunakan semen khusus yang cepat mengering. Memang harganya relatif kebih mahal, namun jika masalah tersebut selalu muncul, Anda cukuo menyiram dan menyikatnya hingga bersih.

  1. Lapisan Coating Mengelupas

Lapisan coating yang mengelupas bisa disebabkan oleh dua hal, yaitu lapisan coating terlalu tebal sehingga batu belum bersih dari debu atau kristal-kristal hasil pemotongan batu pada saat di-coating. Untuk mengatasinya, kerok lapisan yang terkelupas dengan kape atau amplas, kemudian lakukan coating ulang.

  1. Batu Lepas

Batu yang terlepas membuat penampilan batu alam secara keseluruhan menjadi kurang enak dipandang. Pemasangan yang kurang baik serta adonan atau acian yang kurang memenuhi standar merupakan penyebab utama batu lepas. Untuk mengatasinya, pasang kembali batu yang lepas atau ganti dengan batu yang sejenis. Pemasangannya menggunakan acian khusus yang daya rekatnya lebih tinggi.

cara memilih batu alam

Cara Memilih Batu Alam yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Cara Memilih Batu Alam – Ada cara praktis yang dapat menjadi patokan untuk menentukan ketepatan fungsi batu alam. Batu alam sudah memenuhi fungsi kekuatan, keindahan, serta keserasian dengan rumah dan lingkungan atau belum.

Datanglah ke showroom-showroom yang memamerkan beragam jenis batu alam. Di sana ada banyak pilihan batu alam yang berpenampilan unik, menarik, dan lain-lain. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain jenis batu, keserasian dengan rumah, anggaran biaya, bahan pendukung, dan kreatifitas. Lanjutkan membaca Cara Memilih Batu Alam yang Tepat Sesuai Kebutuhan

21 Penerapan Batu Alam Untuk Desain Interior Rumah

Penerapan Batu Alam – Semua jenis batu alam dapat diaplikasikan untuk interior rumah, baik dinding, lantai, pagar, dan lain-lain. Namun, khusus untuk kamar mandi disarankan menggunakan batu alam yang tidak mudah menyerap air. Jika batu alam mudah menyerap air maka akan mudah kotor, berlumut, dan berjamur. Selain itu, penggunaan batu alam berpori sulit dibersihkan. Kalaupun terpaksa, semakin lama permukannya akan semakin terkikis.

Penggunaan batu alam untuk interior rumah berfungsi sebagai pembeda, penyejuk, penyeimbang, dan pemberi efek lunak pada ruangan yang terkesan monoton. Jarang ditemui ruang interior yang secara keseluruhan menggunakan batu alam. Selain membuat tampilan menjadi jenuh, ruangan-ruangan juga akan tampak berdebu karena ada beberapa jenis batu alam yang sifatnya dapat menyedot debu, misalnya batu candi.

21 Contoh Penerapan Batu Alam Untuk Interior Rumah

Klasik dan Modern Eropa

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 1

Desain café ini terkesan klasik, ala Eropa modern. Kesan itu muncul karena kombinasi warna gelap dan terang. Warna gelap berasal dari dinding dan perabot sajian di sepanjang sisi café. Gelas-gelas dan benda lain diletakkan ambalan yang menggantung pada dinding batu alam. Dinding bermaterial batu andesit ini di finishing graver Europen. Adanya lampu downlight di dinding dan ambalan menambah suasana hangat dan nyaman.

Dinding Palimanan

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 2

Ruang tamu sebagai ruang menerima tamu mesti dibuat senyaman mungkin. Desain dan perabot ruang tamu dapat menggambarkan kepribadian pemilik rumah. Pemilik rumah ini, seakan tidak puas dengan dinding bercat kuning. Ia pun mengkombinasikan tatanan acak batu palimanan pada dinding. Kemudian ini menempelkan lukisan cokelat kemerahan, kontras dengan warna dinding, sehingga penampilan ruang tamu pun menjadi lebih berestetika.

Ruang Tamu Berparas

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 3

Ruang tamu ini nyaris seratus persen menggunakan material alam, terutama kayu. Kesan hangat dan nyaman sangat terasa ketika duduk di kursi anyaman rotan. Villa atau rumah yang berada di pegunungan atau perbukitan cocok mengaplikasikan konsep desain ruang tamu ini. Penggunaan batu paras jogja sangat tepat untuk ruang tamu yang didominasi oleh furniture dan lantai berwarna gelap. Selain batu paras jogja, bisa juga mengaplikasikan jenis batu yang lainnya seperti batu palimanan dan batu paras kebumen.

Menyejukkan Ruang Keluarga

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 4

Ruang keluarga membutuhkan suasana homey atau hangat agar anggota keluarga betah beraktivitas. Oleh karena itu, dianjurkan menggunakan elemen yang menciptakan suasana santai dan akrab. Menciptakan suasana itu dapat melalui pengolahan dinding batu alam. Dinding di belakang TV pada ruang keluarga ini mengaplikasikan pemasangan pola susun sirih batu templek hingga batas lantai 2. Agar dinding batu templek lebih unik, ditempelkan dua buah boneka manusia yang sedang terbang layaknya seorang peri.

Susun Sirih yang Menggoda

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 5

Dinding di samping tangga terkadang sering terabaikan. Padahal jika diberi perlakuan dengan baik akan dapat terlihat lebih menarik. Biasanya area ruang tangga dihiasi oleh lukisan, foto anggota keluarga, hingga berbagai piagam penghargaan. Namun, ada pula yang dihiasi dengan batu alam seperti dinding rumah berikut ini. Rumah berlantai dua ini menggunakan batu templek susun sirih yang seolah-olah seirama dengan alur kayu dan arah tangga, sehingga tampak menyatu, walaupun berbeda warna dan bahan.

Galeri Batu Alam

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 6

Bagi seniman, tentunya akan mendesain rumah bak galeri pertunjukan seni, misalnya patung, lukisan, dan lain-lain. Desain seperti ini menggunakan batu alam. Begitu pula seseorang yang menyukai keindahan batu alam. Dinding rumah ini menggunakan batu templek hingga Sembilan puluh persen dari total dinding. Agar muncul kemegahan batu maka dipasang lampu sorot yang mengarah ke atas. Ketika lampu dinyalakan, rumah ini tampak layaknya sebuah galeri batu alam.

Batu Paras yang Menyita Perhatian

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 7

Semakin luas ruang interior, maka akan semakin pula untuk didesain. Namun, itu tidak sepenuhnya benar karena pemilik rumah berikut ini jeli dalam memanfaatkan uniknya batu paras sebagai desain interior. Walaupun bukan dinding utama, tetapi pasangan susun sirih batu paras ini terlihat unik. Jika diamati, susun sirih terdiri dari dua lapisan yang berselang-seling. Lapisan pertama batu paras rata mesin, kemudian lapisan kedua batu paras rata alam. Keunikan pasangan batu paras ini terlihat lebih maksimal ketika disorot oleh lampu dari atas ke bawah. Gentong berisi ranting pohon kering, mencairkan kesan kaku pada dinding batu paras.

Dinding Batu Candi

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 8

Batu candi merupakan batuan yang sering digunakan untuk bangunan candi. Namun, saat ini batu candi banyak diaplikasikan untuk mempercantik tampilan rumah, baik eksterior maupun interior. Dinding ini menggunakan batu candi ukuran 15 cm x 15 cm yang disusun bata. Untuk menghilangkan kesan kaku, penghuni rumah memajang sebuah lukisan dan hiasan burung dari besi berwarna keemasan.

Menciptakan Ombak di Dinding

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 9

Marmer bandung jarang digunakan untuk mempercantik bangunan. Selain bukan eranya, ketersediaannya pun terbatas, sehingga sangat sulit menemukannya di pasaran. Jika ada, harganya relative lebih mahal. Dinding ini menggunakan batu marmer bandung yang disusun bata. Masing-masing kelompok pemasangan batu yang disusun timbul-tenggelam terdiri dari 24 potong batu. Pola timbul-tenggelam seirama dengan arah tangga yang terlihat seperti gelombang air.

Baca Juga: Macam – Macam Pola Pemasangan Batu Alam yang Dapat Menginspirasi Anda

Kesan Unik Pola Acak

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 10

Penilaian orang awam untuk desain lantai yang menggunakan batu sandstone susun acak ini mungkin sama, yaitu “berantakan”. Namun, dilihat dari fungsi sebagai showroom atau galeri suatu produk, hal ini sah-sah saja. Lalu bagaimana jika diterapkan di rumah tinggal? Pola pemasangan acak biasanya diterapkan pada bidang vertikal, seperti dinding. Namun, dapat pula diterapkan pada lantai rumah, tetapi ada batasannya. Pola acak dapat diaplikasikan di lantai yang berukuran terbatas, seperti teras dan carport.

Lantai Bergelombang

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 11

Berikut ini desain interior sebuah resort dan restoran di Bogor. Namun, tidak ada salahnya sebagai inspirasi rumah tinggal. Beberapa keunikan dari interior yang mengadopsi gaya Bali ini adalah lantai batu templeknya. Permukaan yang tidak rata membuat lantai seolah-olah bergelombang, tetapi kuat untuk dipijak. Agar tidak terlihat gelap dan monoton, beberapa lantai dicat kuning persegi menuju satu titik.

Lantai Catur

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 12

Sekilas, ruang makan ini mengadopsi arsitektur Bali. Itu tergambar dari pola pemasangan lantai yang mirip papan catur khas pulau dewata. Lantai terdiri dari batu candi (hitam) dan batu paras (putih). Seringnya terinjak oleh orang yang berlalu lalang membuat batu paras yang asalnya putih menjadi tampak kusam dan kotor. Selain itu, nuansa Bali pada restoran ini juga terlihat dari aksesori paying yang berada di sudut dengan tiang-tiang penyangga atap restoran.

Beralaskan Andesit

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 13

Desain restoran sederhana tetapi tetap nyaman. Material kayu dan batuan alam menunjukkan restoran ini bernuansa natural. Meja dan kursi pun dari kayu. Lantai pada bangunan rumah makan ini terbuat dari susunan batu andesit. Batu andesit disusun diagonal yang setiap 4 m dibatasi oleh pasangan batu koral sikar (alor hitam). Batu andesit memang cocok untuk lantai. Selain kuat, batu andesit juga bertekstur kasar sehingga tidak mudah berlumut.

Kerja Sama di Kamar Mandi

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 14

Bak showroom batu alam, kamar mandi ini sebagian besar menggunakan batu alam untuk bahan pelapis. Batu andesit diaplikasikan pada dinding dan lantai. Sementara batu koral putih digunakan untuk lantai di area shower atau pancuran. Kamar mandi terlihat luas karena dinding terpasang batu andesit susun sirih. Sementara lantai menggunakan batu andesit rata alam kasar, sehingga tidak licin dan tidak akan terpeleset.

Kamar Mandi Berlantai Mozaik

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 15

Kamar mandi ini terdiri dari WC, washtafel, dan bak mandi. Antara WC dan bak mandi terpisah oleh tirai antiair. Sementara itu, di antara washtafel dan area mandi dibatasi dinding yang juga berfungsi sebagai “lemari”. Lantai menggunakan mozaik batu alam, sehingga terkesan luas. Sementara dinding area mandi menggunakan batu andesit. Hampir sebagian desain kamar mandi yang menggunakan material batu alam mengaplikasikan batu bertekstur kasar untuk lantainya. Tujuannya agar lantai tidak licin.

Hitam, Siapa Takut?

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 16

Hitam, mungkin itu tema kamar mandi bernuansa alam ini. Penggunaan batu templek hitam yang disusun acak mesin menjadi point of interest. Shower bercat hitam dipasang pada bidang putih agar mudah dibedakan dengan dinding kamar mandi. Pada bagian kiri bathtub terdapat rak yang juga dilapisi batu templek. Untuk menghilangkan kesan kaku, pijakan sebelum bathtub terbuat dari kayu. Secara keseluruhan, efek batu alam di dinding kamar mandi menambah udara lebih dingin dan sejuk.

Paras Kebumen Melawan Arus

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 17

Opini mengenai hanya batu bertekstur keras dan tidak berpori yang dapat melapisi dinding kamar mandi, terelakkan oleh seorang desainer kamar mandi yang satu ini. Batu paras kebumen yang notabene batu berpori, ternyata diaplikasikan 80% dari total luas dinding. Pemilik rumah tidak khawatir menggunakan batu paras kebumen karena lantai area mandi menggunakan batu brojol. Penggunaan batu brojol dapat mengurangi percikan air yang timbul saat mandi.

Semakin Betah di Toilet

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 18

Umumnya toilet menggunakan keramik warna biru, hijau, atau warna lembut yang berkesan sejuk. Namun, toilet ini bernuansa hangat dan akrab, sehingga membuat betah penggunanya. Dinding dan lantai menggunakan batu pacitroso yang dipasang diagonal. Tak lupa hiasan kupu-kupu yang ditempel pada batu pacitroso ikut “memeriahkan” suasana kamar mandi.

Washtafel Berparas Jogja

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 19

Gaya etnik sangat kental pada washtafel berikut ini. Penggunaan material kayu dan batu mendominasi desain washtafel hingga 90%. Batu paras jogja melapisi dinding tempat merekatnya washtafel. Tiang washtafel menggunakan kayu yang dibentuk mengerucut ke arah bawah.

Batu Koral yang Menyala

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 20

Sebagai tempat mencuci tangan, desain washtafel biasanya 100% sudah jadi. Namun, untuk desain washtafel yang satu ini sungguh menarik perhatian. Meja washtafel didesain melayang, sehingga bagian bawahnya diisi oleh batu koral putih dan alor hitam. Batu koral putih dan alor hitam diberi pencahayaan sehingga terkesan menyala menyerupai perapian.

Mozaik Dinding Warna Biru

penerapan batu alam
penerapan batu alam – 21

Kamar mandi ini merupakan kamar mandi kering. Hampir keseluruhan materialnya menggunakan batu alam, baik dinding dan lainnya. Dinding bernuansa biru ini disusun dengan pola mozaik. Dinding ini diberi alur atau nat putih antara batu satu dengan yang lain agar tercopta pola dan jelas terlihat batasnya. Di hadapan kloset sengaja diletakkan batu bertekstur kasar agar tidak licin dan terpeleset. Sementara di sekeliling batu persegi bertekstur kasar tersebut terdapat taburan batu koral putih. Batu-batu ini sebagai pemanis kamar mandi.

7 Inspirasi Desain Taman Batu Alam Penyejuk Halaman Rumah Terbaik

Desain Taman Batu Alam – Di daerah perkotaan, polusi udara dan kebisingan seakan sudah menjadi santapan sehari-hari yang sulit dihindari bahkan menjadi salah satu masalah kronis yang perlu diatasi. Namun, tentunya tidak mungkin apabila mengatasinya dengan cara menghentikan setiap aktivitas perorangan yang menyebabkan polusi udara tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mencegahnya dengan memiliki tanaman di halaman rumah. Tanaman akan sangat berguna sebagai penghalang masuknya debu, meredam kebisingan, dan memperindah tampilan sebuah rumah. Tanaman yang digunakan bisa berupa tanaman hias, tanaman rambat, tanaman buah, tanaman obat, maupun tanaman peneduh. Lanjutkan membaca 7 Inspirasi Desain Taman Batu Alam Penyejuk Halaman Rumah Terbaik

Variasi Pemasangan Batu Alam Untuk Dinding

Variasi Pemasangan Batu Alam  – Banyak batu alam di Indonesia khususnya di Cirebon yang menjadi sentra batu alam daerah tersebut, seperti batu andesit, batu palimanan, batu cupang merah, batu putih dan lain lain. Sekarang penggunaannya di dalam modernisasi digunakan penghias Eksterior dan Interior bangunan. Kami akan membahas tentang : Lanjutkan membaca Variasi Pemasangan Batu Alam Untuk Dinding

Pemasangan Batu Alam Pada Lantai, Begini Variasinya!!!

Pemasangan batu alam pada lantai – Batu alam adalah lapisan keras bagian luar bumi yang terbuat secara mineral atau mineraloid. Dikategorikan bersadarkan proses pembentukannya, seperti batuan beku, batuan metamorf dan batuan sedimen. Terjadi karena terkena panas yang sangat tinggi seperti dari lahar letusan gunung. Batu digunakan sebagai bangunan sudah sejak jaman dahulu, contohnya candi – candi. Pemanfaatan batu alam saat ini sebagai bahan bangunan untuk mempercantik ekterior rumah dan taman. Dapat kita temukan berbagai macam jenis batu alam yang digunakan sebagai hiasan, seperti batu palimanan, andesit polos, andesit bakar, candi hitam, dan lain sebagainya. Lanjutkan membaca Pemasangan Batu Alam Pada Lantai, Begini Variasinya!!!

Jenis Batu Alam Motif Alur Yang Paling Sering Digunakan

Batu alam motif alur – Saat ini batu alam sudah menjadi trend di setiap jenis dan model bangunan, banyak motif dan model batu alam yang di produksi. Semakin majunya teknologi teknik pemotongan batu alam, semakin banyak pula motif batu alam yang di hasilkan. Umumnya batu alam andesit yang banyak digunakan yaitu batu andesit bakar. Baik itu batu andesit polos bakar maupun batu andesit bintik bakar. Kedua jenis batu tersebut saat ini mempunyai model yang sangat beragam yaitu batu alam motif alur. Lanjutkan membaca Jenis Batu Alam Motif Alur Yang Paling Sering Digunakan

Batu Andesit Tebal Standar Dan Tebal Khusus

Batu Andesit Tebal Standar – Batu alam andesit merupakan jenis hard lava stone dimana tingkat kekerasannya dibawah granit. Batu alam andesit yang dulu hanya sekedar penghias dinding rumah dan kolam telah beralih fungsi menjadi material bangunan yang utama. Batu Andesit menurut ketebalannya ada batu andesit tebal standar dan batu andesit tebal khusus. Kekuatan dan nilai artistik yang dimiliki batu andesit.

batu andesit tebal standar

Menjadikan batu alam ini sebagai material utama pengganti paving dan banyak diaplikasikan untuk landscape, carport, alun-alun, trotoar, pedestrian hingga jalan utama. Harganya yang  terjangkau karena jauh dibawah granit membuat batu andesit menjadi pilihan yang optimal untuk bisa memberikan kesan mewah pada bangunan dengan tetap menghemat anggaran yang ada. Lanjutkan membaca Batu Andesit Tebal Standar Dan Tebal Khusus