cara memilih batu alam

Cara Memilih Batu Alam yang Tepat Sesuai Kebutuhan

Cara Memilih Batu Alam – Ada cara praktis yang dapat menjadi patokan untuk menentukan ketepatan fungsi batu alam. Batu alam sudah memenuhi fungsi kekuatan, keindahan, serta keserasian dengan rumah dan lingkungan atau belum.

Datanglah ke showroom-showroom yang memamerkan beragam jenis batu alam. Di sana ada banyak pilihan batu alam yang berpenampilan unik, menarik, dan lain-lain. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain jenis batu, keserasian dengan rumah, anggaran biaya, bahan pendukung, dan kreatifitas.

Cara Memilih Batu Alam yang Tepat

Perhatikan Sifat Batu

Cara memilih batu alam yang pertama adalah memperhatikan sifat batu. Batu yang dipajang di showroom-showroom terdiri dari berbagai jenis, ukuran, dan harga. Penampilan yang unik dengan warna alam yang mempesona, lebih menarik minat pemilik bangunan sebagai elemen bangunan. Rumah, ruko, rukan, hotel, villa, hingga gedung-gedung bertingkat seolah berlomba-lomba dalam mempercantik diri dengan barisan dan tempelan batu alam. Akan tetapi, masih pemilik bangunan yang salah kaprah mengaplikasikan batu alam, sehingga terkesan sembrono. Hal itu bukan berarti salah, namun jika dicermati lebih lanjut akan timbul masalah akibat ketidakpahaman tentang batu alam.

Secara kasat mata memang sangat menarik memasang batu alam sesuai keinginan, tetapi pikirkan lagi beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain daya tahan, biaya perawatan, dan lain-lain. Jangan hanya karena batu alam memiliki warna yang mencolok, menarik, atau hanya karena ingin mengikuti trend yang ada, lalu ikut memasangnya.

Cara memilih batu alam yang perlu diperhatikan pertama kali adalah sifat batu tersebut, solid atau nonsolid. Batu yang bersifat solid umumnya untuk elemen eksterior maupun interior. Batu jenis itu sifat fisiknya padat, kuat, keras, dan tidak mudah patah. Batuan itu juga tidak menyerap air karena tidak mempunyai pori-pori atau bersifat porositas.

Keunggulan lainnya, batu solid tidak mudah berlumut karena tidak ada ruang untuk air dan udara masuk. Sehingga sesuai untuk elemen eksterior. Contoh dari batu solid yaitu batuan beku dan batuan malihan (metamorf), yang termasuk di dalam jenisnya yaitu batu andesit, pacitroso, dan lain-lain.

Batu nonsolid lebih cocok sebagai elemen interior atau elemen yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sifatnya yang porositas, lembut, dan mudah patah membuat batuan nonsolid mudah dibentuk. Bahkan ada yang dijadikan ornament atau relief seperti batu candi dan paras jogja. Sifat porositas menyebabkan air mudah terserap dan udara masuk. Itu sebabnya batu ini mudah berlumut.

Umumnya batu nonsolid berwarna cerah dan menarik sehingga penghuni rumah kerap condong memasang sebagai elemen eksterior. Hal tersebut sah-sah saja, asal perlu perlakuan khusus seperti di-coating. Sebab batu nonsolid tidak tahan terhadap cuaca ekstrim. Contoh batu nonsolid adalah batuan sedimen, antara lain batu paras jogja, kebumen, palimanan, parastaro, dan lain-lain.

Serasikan dengan Gaya Rumah

Cara memilih batu alam harus disesuaikan dengan tema atau gaya rumah. Bangunan bergaya minimalis sebaiknya menggunakan batu alam yang berwarna kalem bertekstur polos, sehingga terlihat lebih menyatu dengan gaya bangunan, misalnya batu andesit, purwakarta, dan salagedang. Pola pemasangan yang terkesan rapi dan simple seperti susun sirih, bujur sangkar, kombinasi, dan lurus sangat cocok untuk rumah yang bergaya minimalis.

Bangunan bergaya Eropa klasik atau mediterania sebaiknya menggunakan batu alam yang bersifat semiformal dan berkesan elegan, tetapi kokoh. Misalnya batu pacitroso, baligreen, palimanan, dan paras jogja.

Bangunan yang bergaya tropis sebaiknya menggunakan batu alam dengan pola pemasangan yang terlihat fleksibel dan tidak kaku, seperti pola koboi bandung dan pola acak. Untuk batu alamnya dipilih warna yang kalem atau gelap, seperti batu andesit, purwakarta, salagedang, dan lain-lain.

Bangunan bergaya tradisional modern sebaiknya menggunakan bahan batu alam yang mempunyai sifat lebih alami seperti batu kali belah, candi belah, salagedang, purwakarta, dan brojol pelabuhan. Batu-batu tersebut dapat disusun secara acak agar terlihat alami.

Sesuaikan dengan Anggaran yang Tersedia

Harga batu alam bervariasi. Semakin solid batu alam maka harganya akan semakin tinggi, berkisar antara Rp55.000,00 – Rp170.000,00 per meter persegi. Harga tersebut belum termasuk upah pemasangan dan trasportasi. Namun, banyak showroom batu alam yang menawarkan paket harga. Biasanya paket tersebut sudah termasuk batu alam, biaya pemasangan, dan ongkos kirim. Harga bervariasi mulai dari Rp300.000,00 – Rp 800.000,00.

cara memilih batu alam
cara memilih batu alam – jasa angkut

Jenis batu dan pola pemasangan menentukan tinggi atau rendahnya biaya yang ditawarkan. Untuk itu, jika hendak membeli batu alam, surveilah terlebih dahulu. Jika dana terbatas, kombinasikan batu alam yang mahal dengan yang ekonomis.

Cermati Bahan-bahan yang Digunakan

Bahan-bahan yang dimaksud adalah bahan selain batu alam, seperti adonan atau spesi, coating, dan ornament. Pemilihan adonan atau spesi menentukan kualitas pemasangan batu alam. Saat ini, banyak dijumpai semen khusus untuk adonan atau spesi. Memang harga yang ditawarkan relatif lebih mahal dibandingkan menggunakan semen biasa dan pasir pada perbandingan 1:3. Namun, dengan semen khusus, hasilnya akan lebih baik. Batu tidak akan mudah terlepas dari bidang. Di samping itu, ada yang perlu diperhatikan, yaitu seberapa luas bidang yang akan dipasangi batu alam. Jika bidangnya dianggap terlalu luas, sebaiknya adonan semen dan pasir (1:3). Jika bidanya sempit, bisa menggunakan semen khusus. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat harga semen khusus yang lebih mahal.

cara memilih batu alam
cara memilih batu alam – coating

Penggunaan coating bertujuan sebagai aksesori dan pelindung batu alam dari cuaca yang tidak menentu. Untuk elemen interior sebaiknya tidak perlu di-coating, sedangkan untuk elemen eksterior perlu di-coating. Saat ini tersedia berbagai macam merek coating di pasaran. Peminat batu alam tinggal memilih mau menggunakan jenis yang glossy atau doff.

Ornament atau relief tidak harus digunakan. Namun, bagi seseorang yang memiliki jiwa seni tinggi, aplikasi ornament pada batu alam menjadi sesuatu yang penting. Biasanya ornament dipasang pada bidang yang luas, sehingga tidak terkesan monoton. Bentuk ornament bermacam-macam seperti flora, fauna, pemandangan, relief, dan abstrak. Ornament dengan berbagai macam bentuk itu biasanya terbuat dari batu paras jogja.

Kreatif yang Menghasilkan

Salah satu cara memasang batu alam yang efisien tetapi tetap estetis adalah dengan mengombinasikan beberapa jenis batu dalam satu bidang. Pilih batu alam nonsolid dan solid atau nonsolid seluruhnya, tetapi dengan warna dan tampilan yang berbeda.

cara memilih batu alam
cara memilih batu alam – kreatifitas

Keindahan bukan dari tingkatan harga tetapi berasal dari sentuhan kreatifitas dalam mengombinasikan elemen-elemen yang ada. Bentuk yang lebih rumit, kaya aksesori, dan mencampuradukkan beragam gaya pada satu bidang membutuhkan biaya lebih. Bahan minimal pun akan terlihat indah, asalkan serasi dengan gaya, bahan, warna, dan proporsi. Bukankah sampai saat ini masih trend hal-hal yang berbau minimalis?

Baca juga :

Ciri Batu Andesit Yang Perlu Anda Ketahui

21 Penerapan Batu Alam Untuk Desain Interior Rumah

Top 10 Batu Alam

Setelah mempertimbangkan beberapa cara memilih batu alam di atas tidak ada salahnya jika mengulas ringkas beberapa batu alam terpopuler. Batu-batu tersebut dikelompokkan berdasarkan kriteria-kriteria, seperti tahun atau awal pemanfaatan, sifat batu, eksistensi, dan aplikasinya. Berikut disajikan batu alam terfavorit yang dirangkai dalam top 10 batu alam.

  1. Batu Andesit

Sejak zaman colonial, batu andesit sudah popular sebagai bahan bangunan, seperti dinding, pagar, jembatan, dan saluran irigasi. Saat itu batu andesit disebut sebagai “batu muka”. Bongkahan batu andesit diambil dari pinggiran sungai dan dikerjakan masyarakat setempat secara manual. Sifat batunya padat dan tahan terhadap cuaca ekstrim serta lumut, membuat batu ini menjadi batu favorit masyarakat untuk mempercantik bangunan, khususnya yang bergaya minimalis.

  1. Batu Templek

Batu templek pertama kali popular di dunia arsitektur Indonesia sejak zaman kemerdekaan. Hal tersebut terlihat pada gedung-gedung tua di daerah kota dan rumah-rumah tua di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Saat itu batu templek disusun dengan pola acak. Tahun 50-an batu templek trend dengan pola pemasangan susun sirih dengan nat lebar pada pagar dan kolom rumah. Batu yang digunakan adalah batu templek dari Salagedang, Majalengka, Jawa Barat.

  1. Batu Palimanan

Batu palimanan mulai dikenal masyarakat sejak tahun 50-an. Batu ini tersohor dengan warna krem bercorak batik cokelat. Kelebihan lain dari batu ini adalah mampu beradaptasi dengan elemen interior dan eksterior bangunan, sehingga batu asal Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provisinsi Jawa Barat ini banyak disukai masyarakat dan arsitek. Pagar, dinding, taman, pilar, dan lain-lain banyak menggunakan batu palimanan untuk menambah kesan yang unik dan indah. Sifatnya yang lunak membuat batu ini dapat dibentuk menjadi beragam ornament atau patung.

  1. Batu Candi

Sifat batu candi sejuk dan mengesankan alami menjadi salah satu alasan mengapa jenis batu ini digemari. Batu candi sejak dahulu sudah dimanfaatkan untuk membuat candi dan patung. Walaupun batu ini mudah berlumut, tetapi banyak yang mengaplikasikannya pada elemen eksterior. Hal itu tidak menjadi masalah karena dapat diatasi dengan di-coating.

  1. Batu Paras Jogja

Batu putih berparas elok dan alami ini banyak dimanfaatkan untuk mempercantik tampilan bangunan. Sifat batunya yang empuk menjadikan batu ini menjadi batu favorit para pemahat batu. Batu yang dikenal sejak awal tahun 60-an ini banyak dimanfaatkan pada elemen eksterior dan interior. Walaupun mudah ditumbuhi lumut, batu itu tetap banyak digunakan untuk elemen eksterior.

  1. Batu Hijau Sukabumi

Batu hijau sukabumi berasal dari gunung-gunung di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kesan segar yang dihasilkan membuat batu ini banyak diaplikasikan untuk kolam renang, pagar, dinding, taman, pilar, dan lain-lain. Selain itu, warnanya yang hijau dapat digunakan untuk memunculkan kesan kontras suatu bangunan. Batu yang terkenal sejak tahun 60-an ini banyak disukai oleh masyarakat karena harganya yang relarif terjangkau.

  1. Batu Marmer Merah (Pacitroso)

Warnanya yang mencolok dan berkesan vocal menjadikan batu marmer primadona. Marmer merah atau batu pacitroso sudah lama dimanfaatkan untuk mempercantik bangunan. Pada 1930 marmer ini sangat disukai kalangan bangsawan Belanda hingga membangun area penambangan di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Hingga kini batu pacitroso tetap eksis digunakan untuk elemen eksterior dan interior.

  1. Batu Marmer Ujungpandang

Kesan glamor dihasilkan dari batuan marmer asal kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, tersohor sejak tahun 80-an. Itu yang menyebabkan batu itu cenderung untuk main floor atau lantai utama. Selain itu, warnanya yang krem serasi dengan warna furniture. Kualitas dan keindahan marmer ini tidak kalah dengan marmer import.

  1. Batu Koral Sikat

Jika diamati batu koral sikat termasuk batu yang tidak pernah absen dalam pembuatan lantai carport dan “rajin” untuk mempercantik tampilan taman, kolam, dan lain-lain. Batu yang berbentuk koral (bulat kecil) ini digandrungi karena berkesan unik dan variatif dalam warna serta corak. Harganya pun sangat ekonomis, sehingga bisa digunakan untuk berbagai kalangan.

  1. Mozaik

Mozaik bukan nama batu, melainkan kumpulan batu yang disusun dengan berbagai pola pemasangan pada satu bidang. Batu-batu tersebut disusun pada bidang yang bernama natting yang dilekatkan menggunakan lem khusus. Mula munculnya mozaik batu alam terinspirasi pada mozaik porselen, keramik, dan kaca. Unik, artistic, dan inovatif merupakan alasan yang membuat batu alam mozaik mulai digemari masyarakat.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *