pemasangan batu alam

3 Variasi Pemasangan Batu Alam Berikut Langkah-langkahnya Secara Singkat, Padat & Jelas!

Pemasangan Batu Alam – Batu alam merupakan material yang paling popular sebagai bahan pembuatan bangunan, khususnya untuk proses akhir (finishing). Hal tersebut tentunya memiliki alasan yang jelas, karena batu alam memang memiliki jenis, warna, dan ukuran yang beragam dengan motif yang indah.

Karena berasal dari alam, tentunya batu alam juga dapat memberikan keindahan yang alami bagi sebuah rumah atau bangunan. Inilah mengapa saat ini batu alam menjadi primadona, terutama bagi para pecinta desain arsitektur.

Pemasangan Batu Alam

Keindahan batu alam tentunya tidak boleh disia-siakan dengan pemasangannya yang asal-asalan. Pemasangan batu alam yang benar tentunya sangat penting untuk dilakukan, karena meskipun menggunakan batu alam terbaik dengan harga yang tinggi, namun proses pemasangannya kurang memenuhi prosedur maka hasilnya pun akan sia-sia.

Hal tersebut sebenarnya bukan masalah besar, karena showroom-showroom batu alam biasanya menyediakan jasa tukang yang telah ahli dalam bidannya. Biayanya pun sudah dihitung dalam biaya pembelian batu alam. Mahal atau tidaknya biaya yang ditawarkan tentunya tergantung dari jenis batu alam, pola pemasangan, dan kebijakan dari showroom itu sendiri.

Namun, jika Anda ingin memasangnya sendiri tanpa bantuan jasa tukang maka kami akan memberikan langkah-langkah pemasangan batu alam yang baik dan benar berdasarkan variasi pemasangannya. Simaklah di bawah ini!

Variasi Pemasangan Biasa

Variasi pertama adalah variasi pemasangan biasa. Variasi pemasangan batu alam ini bisa digunakan pada bidang vertikal maupun horizontal, seperti dinding, pagar, pilar, lantai, dan lain-lain. Jenis variasi pemasangan biasa ini sama seperti pemasangan keramik.

pemasangan batu alam
pemasangan batu alam – proses penarikan benang pada bidang

Alat dan bahan :

  • Batu alam
  • Semen
  • Pasir
  • Air
  • Paku
  • Paku bobok
  • Palu
  • Benang
  • Ember
  • Sendok semen
  • Kawat bendrat
  • Gerinda
pemasangan batu alam
pemasangan batu alam – proses penempelan batu pada bidang

Langkah-langkah pemasangan :

  1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dengan lengkap.
  2. Cuci batu alam hingga bersih agar pada saat proses pemasangan batu alam dapat menempel sempurna.
  3. Bobok dinding atau bidang yang sudah diplester dengan menggunakan paku bobok.
  4. Pasang benang pada bidang yang akan dipasang batu alam. Tarik benang dan ikatkan pada paku yang menjadi tumpuan akhir bidang tersebut. Bentuk menjadi siku-siku agar tarikan benang dapat bertemu satu dengan yang lainnya.
  5. Seragamkan ukuran batu alam yang akan dipasang agar hasilnya rapid an teratur. Jika ukuran batu berbeda-beda, maka gunakan gerinda untuk memotong batu yang akan disamakan. Namun, jika Anda ingin ukurannya tetap berbeda-beda, maka kelompokkan batu berdasarkan lebar dan panjangnya.
  6. Siapkan adonan dengan komposisi 1 : 3 (semen : pasir) untuk bidang yang sudah diplester. Sedangkan untuk bidang yang belum dipleser, gunakan komposisi 1 : 4 (semen : pasir).
  7. Mulailah untuk memasang batu alam pada bidang yang telah disiapkan sebelumnya. Tempelkan adonan pada batu alam dan bidangnya dengan komposisi perbandingan 50 : 50 agar daya lekatnya lebih kuat. Hal yang perlu diingat adalah lakukan pemasangan batu alam dari bagian bawah bidang.

Variasi Pemasangan Susun Sirih

Jika variasi pemasangan biasa cukup mudah untuk dilakukan, maka berbeda dengan variasi pemasangan susun sirih berikut ini. Variasi pemasangan susun sirih membutuhkan keterampilan khusus, bahkan setidaknya dikerjakan oleh tukang yang sudah berpengalaman.

pemasangan batu alam
pemasangan batu alam – pemotongan batu alam dengan gerinda

Alat dan bahan :

  • Batu alam
  • Semen biasa / semen khusus
  • Pasir
  • Air
  • Paku
  • Paku bobok
  • Palu
  • Benang
  • Ember
  • Kayu
  • Sendok semen
  • Kawat bendrat
  • Sapu ijuk
pemasangan batu alam
pemasangan batu alam – proses penempelan susun sirih

Langkah – langkah pemasangan :

  1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dengan lengkap.
  2. Cuci batu alam hingga bersih agar pada saat proses pemasangan batu alam dapat menempel sempurna.
  3. Bobok dinding atau bidang yang sudah diplester dengan menggunakan paku bobok.
  4. Pasang benang pada bidang yang akan dipasang batu alam. Tarik benang dan ikatkan pada paku yang menjadi tumpuan akhir bidang tersebut. Bentuk menjadi siku-siku agar tarikan benang dapat bertemu satu dengan yang lainnya.
  5. Seragamkan ukuran batu alam yang akan dipasang agar hasilnya rapid an teratur. Jika ukuran batu berbeda-beda, maka gunakan gerinda untuk memotong batu yang akan disamakan. Namun, jika Anda ingin ukurannya tetap berbeda-beda, maka kelompokkan batu berdasarkan lebar dan panjangnya.
  6. Siapkan adonan dengan komposisi 1 : 3 (semen : pasir) untuk bidang yang sudah diplester. Sedangkan untuk bidang yang belum dipleser, gunakan komposisi 1 : 4 (semen : pasir). Jika biaya mencukupi, maka gunakan jenis semen khusus agar hasilnya maksimal.
  7. Susun batu sebanyak 3 – 5 lapis pada bidang yang telah disiapkan.
  8. Masukkan spesi di belakangnya sampai penuh. Lakukan begitu seterusnya, dan pemasangan dimulai dari bagian bawah bidang.
  9. Gunakan kayu untuk merapikan bagian yang kurang rata.

Variasi Pemasangan Koral Sikat

Sama seperti variasi pemasangan biasa, variasi pemasangan koral sikat dapat diterapkan pada bidang vertikal maupun horizontal. Namun, umumnya batu alam koral sikat digunakan sebagai pelapis lantai carport, tangga, taman, dan lainnya.

pemasangan batu alam
pemasangan batu alam – pengaplikasian adonan pada lantai bidang

Alat dan bahan :

  • Batu koral sikat
  • Semen
  • Pasir
  • Air
  • Paku
  • Paku bobok
  • Palu
  • Benang
  • Ember
  • Sendok semen
  • Sapu ijuk
pemasangan batu alam
pemasangan batu alam – penaburan batu koral sikat

Langkah – langkah pemasangan :

  1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dengan lengkap.
  2. Cuci batu koral sikat hingga bersih agar pada saat proses pemasangan batu alam dapat menempel sempurna pada lantai.
  3. Padatkan lahan. Agar lebih rapi, tambahkan pasir untuk meratakannya.
  4. Atur ketinggian antara lantai kerja dan lantai pijakan. Lantai pijakan harus lebih tinggi dari lantai yang diratakan. Misalnya dengan selisih ketinggian 14 cm. Selisih ketinggian ini 5 cm untuk lantai kerja, 4 cm untuk lantai koral sikat, dan 5 cm untuk jarak antara koral sikat dengan lantai kerja.
  5. Buat lantai dasar atau lantai kerja dengan membuat tulangan dari besi sepanjang 40 cm, kemudian dicor dengan menggunakan beton. Tunggu hingga kira-kira 2 hari.
  6. Buat adonan atau acian dengan komposisi perbandingan 1 : 3 (semen : pasir), kemudian aplikasikan dengan rata pada bidang yang telah disiapkan.
  7. Taburkan batu koral sikat secara merata dan benar-benar rapat, kemudian ratakan hingga terpendam.
  8. Tambahkan taburan bubuk semen pada lapisan batu agar lebih cepat kering dan daya lekatnya semakin tinggi.
  9. Biarkan selama kurang lebih 20 menit hingga setengah kering.
  10. Jika sudah setengah kering, sikat batu koral secara perlahan menggunakan sikat kawat khusus. Tujuannya adalah agar adonan terangkat sebagian.
  11. Hentikan penyikatakan apabila lapisan batu sudah terlihat ¾ bagian, kemudian tunggu hingga kering.
  12. Lakukan penyikatan tahap kedua dengan sapu ijuk agar batu bersih dari adonan atau kotoran lainnya yang menempel.

Baca Juga : Lantai Carport Batu Alam Koral Sikat

Itulah 3 variasi pemasangan batu alam yang dapat kami jabarkan. Ketiga variasi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu pula dengan tingkat keindahannya. Anda hanya perlu memilih mana variasi pemasangan batu alam mana yang sekiranya cocok untuk diterapkan pada bagian-bagian rumah Anda.

Semoga bermanfaat! 😉

4 Tips Memilih Batu Alam yang Wajib Anda Ketahui!
5 Contoh Motif Keramik Batu Alam Paling Populer DiTahun 2018
Daftar Harga Batu Alam Terlengkap 2018 (Per M²)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *